Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ukraina Klaim 13 Prajuritnya Tewas Ditembak di Zmeinyi, Rusia: Hoaks!

Rusia sebut Ukraina menyebarkan berita bohong soal tewasnya 13 prajutit Ukraina yang menolak menyerahkan diri di Pulau Zmeinyi.
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022)./Bloomberg-Ethan Swope
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022)./Bloomberg-Ethan Swope

Bisnis.com, JAKARTA - Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia menyebut Ukraina menyebarkan berita bohong soal tewasnya 13 prajutit Ukraina yang menolak menyerahkan diri di Pulau Zmeinyi.

Lewat akun Instagram @rusemb_indonesia, Kedutaan Rusia untuk Indonesia menyebut sebanyak 82 prajurit di Pulau Zmeinyi telah menyerahkan diri.

"Disampaikan ke Sevastopol dan sedang mendapatkan bantuan dari Angkatan Bersenjata Russia," seperti dikutip dari akun @rusemb_indonesia, Minggu (27/2/2022).

Kedutaan Russia menyebut setelah melakukan sejumlah prosedur hukum, 82 prajurit Ukriana itu akan dikembalikan ke tanah airnya.

Dalam unggahan Instagram tersebut disertakan juga video suasana di Pelabuhan dan sejumlah prajurit menerima sebuah kotak seperti ransum makanan, serta botol berisi air. Di video selanjutnya terlihat beberapa prajurit yang sedang duduk di dalam sebuah bus.

Diberitakan sebelumnya, Ukraina menyebut bahwa ada 13 prajutitnya yang tewas akibat mempertahankan pulau Zmeinyi.

Sementara itu, Rusia mengklaim pasukannya telah melumpuhkan 118 fasilitas infrastruktur militer di Ukraina.

Sebanyak 11 lapangan udara militer, 13 pos komando dan pusat komunikasi angkatan bersenjata Ukraina, 14 sistem rudal antipesawat S-300 dan Osa, serta 36 stasiun radar termasuk di antara fasilitas yang rusak, demikian laporan biro penyiaran Kementerian Pertahanan Rusia Zvezda, mengutip Igor Konashenkov, juru bicara kementerian tersebut.

Sejauh ini lima pesawat tempur, sebuah helikopter, dan lima drone milik Ukraina telah ditembak jatuh sementara puluhan kendaraan lainnya dihancurkan, tambahnya.

Konashenkov mengonfirmasi kendali Rusia atas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Chernobyl. Dia juga mencatat bahwa tentara dari kedua belah pihak telah sepakat untuk bersama-sama melindungi unit-unit pembangkit dan sarkofagus PLTN Chernobyl.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper