Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KLHK Dorong Kredit Plastik Jadi Solusi Pengurangan Limbah dan Sampah

Gagasan kredit plastik bisa diadopsi perusahaan atau produsen plastik karena bisa memberikan keuntungan dalam proses daur ulang tersebut sekaligus mengurangi limbah plastik
Wahyu Arifin
Wahyu Arifin - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  15:21 WIB
KLHK Dorong Kredit Plastik Jadi Solusi Pengurangan Limbah dan Sampah
Sampah plastik yang menutupi Sungai Citepus, Bandung, Jabar. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong agar gagasan kredit plastik (plastic credit) segera bisa direalisasikan dalam upaya mendukung pengurangan sampah plastik yang semakin mengancam kelestarian lingkungan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (Dirjen PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati meyakini gagasan itu akan menarik minat perusahaan produsen plastik karena memberikan keuntungan dalam proses daur ulang tersebut.

"Sebagai sebuah gagasan baru saya berharap plastic credit dapat menjadi pilihan solusi pengurangan sampah plastik, agar tidak sebatas jargon. Ini sangat realistis dan mempunyai nilai tambah," kata Rosa Vivien seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/2/2022).

Lebih lanjut Vivien menjelaskan, plastic credit adalah kredit yang bernilai 1 ton sampah plastik yang sebelumnya belum terkumpul atau terdaur ulang, kemudian dapat dikumpulkan atau didaur ulang oleh pihak tertentu yang terdaftar dalam platform khusus.

Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan dan dicegah bocor ke lingkungan, akan mendapat Waste Collection Credits (WCCs) dan sampah plastik yang berhasil didaur ulang akan mendapat Waste Recyling Credits (WRCs) setelah itu bisa dijual kepada pihak industri, baik industri hulu maupun industri hilir pengguna plastik.

“Dengan munculnya gagasan-gagasan baru untuk mendukung pengurangan sampah oleh produsen, akan semakin banyak produsen yang melaksanakan kewajiban untuk mengurangi sampah kemasannya melalui pelaksanaan peta jalan,” jelasnya.

Menurut Vivien, sistem Plastic Credit ini masih membutuhkan kajian yang lebih mendalam dan penyempurnaan dalam implementasinya untuk mendukung pengurangan sampah oleh produsen.

Untuk itu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak agar menghasilkan solusi yang baik dan cerdas untuk mencapai target pengurangan sampah yang sulit terurai di alam tersebut.

“Kita mesti punya standar, requirement, dan regulasi yang diatur untuk bisa menerapkan program Plastic Credit. Saya berharap kita bisa mendapatkan rumusan pasti mengenai solusi atas gagasan ini agar bisa langsung diimplementasikan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pencemaran lingkungan daur ulang klhk Sampah Plastik limbah plastik
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top