Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KLHK Dorong Kredit Plastik Jadi Solusi Pengurangan Limbah dan Sampah

Gagasan kredit plastik bisa diadopsi perusahaan atau produsen plastik karena bisa memberikan keuntungan dalam proses daur ulang tersebut sekaligus mengurangi limbah plastik
Sampah plastik yang menutupi Sungai Citepus, Bandung, Jabar.  ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Sampah plastik yang menutupi Sungai Citepus, Bandung, Jabar. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong agar gagasan kredit plastik (plastic credit) segera bisa direalisasikan dalam upaya mendukung pengurangan sampah plastik yang semakin mengancam kelestarian lingkungan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (Dirjen PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati meyakini gagasan itu akan menarik minat perusahaan produsen plastik karena memberikan keuntungan dalam proses daur ulang tersebut.

"Sebagai sebuah gagasan baru saya berharap plastic credit dapat menjadi pilihan solusi pengurangan sampah plastik, agar tidak sebatas jargon. Ini sangat realistis dan mempunyai nilai tambah," kata Rosa Vivien seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/2/2022).

Lebih lanjut Vivien menjelaskan, plastic credit adalah kredit yang bernilai 1 ton sampah plastik yang sebelumnya belum terkumpul atau terdaur ulang, kemudian dapat dikumpulkan atau didaur ulang oleh pihak tertentu yang terdaftar dalam platform khusus.

Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan dan dicegah bocor ke lingkungan, akan mendapat Waste Collection Credits (WCCs) dan sampah plastik yang berhasil didaur ulang akan mendapat Waste Recyling Credits (WRCs) setelah itu bisa dijual kepada pihak industri, baik industri hulu maupun industri hilir pengguna plastik.

“Dengan munculnya gagasan-gagasan baru untuk mendukung pengurangan sampah oleh produsen, akan semakin banyak produsen yang melaksanakan kewajiban untuk mengurangi sampah kemasannya melalui pelaksanaan peta jalan,” jelasnya.

Menurut Vivien, sistem Plastic Credit ini masih membutuhkan kajian yang lebih mendalam dan penyempurnaan dalam implementasinya untuk mendukung pengurangan sampah oleh produsen.

Untuk itu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak agar menghasilkan solusi yang baik dan cerdas untuk mencapai target pengurangan sampah yang sulit terurai di alam tersebut.

“Kita mesti punya standar, requirement, dan regulasi yang diatur untuk bisa menerapkan program Plastic Credit. Saya berharap kita bisa mendapatkan rumusan pasti mengenai solusi atas gagasan ini agar bisa langsung diimplementasikan,” katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Wahyu Arifin
Editor : Wahyu Arifin
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper