Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dinilai Normalisasi KDRT, Wakil Menteri Pembangunan Wanita Malaysia Dituntut Mundur 

Wakil Menteri Pembangunan Wanita Malaysia Datuk Siti Zailah Mohd Yusoff diminta mundur oleh koalisi kelompok perempuan karena bagikan tips seputar rumah tangga yang dinilai menormalisasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 20 Februari 2022  |  14:43 WIB
Dinilai Normalisasi KDRT, Wakil Menteri Pembangunan Wanita Malaysia Dituntut Mundur 
Wakil Menteri Pembangunan Wanita Malaysia Datuk Siti Zailah Mohd Yusoff - Instagram sitizailahmohdyusoff
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Wakil Menteri Pembangunan Wanita Malaysia, Datuk Siti Zailah Mohd Yusoff, didesak mundur dari jabatannya.

Datuk Siti mendapat kritikan keras dari masyarakat setelah pernyataannya dalam sebuah video menjadi kontroversi.

Melalui akun Instagramnya, @sitizailahmohdyusoff, dirinya membagikan tips seputar rumah tangga.

Dalam video tersebut, Siti memberikan saran kepada para suami untuk memukul istri yang keras kepala sebagai bentuk didikan.

Sebelumnya, dirinya membagikan cara mendidik istri dengan baik yakni dengan menasihati. Apabila tidak berubah juga, maka suami bisa menegur istri dengan berpisah ranjang selama tiga hari.

Namun apabila teguran tersebut tak membuat istri berubah, maka suami diperbolehkan untuk memukul dengan lembut. 

"Maka di situ kita boleh menggunakan cara sentuhan fisikal yang lembut, yang mendidik dengan penuh kasih sayang. Yang tidak menyakitkan tetapi menunjukkan ketegasan kita," ucap Siti dalam video berdurasi 2 menit 3 detik.

Video yang diunggah pada 12 Februari 2022 itu kemudian mendapat reaksi yang beragam dari warganet.

Beberapa netizen termasuk LSM kemudian melayangkan kritikan terhadap Siti atas kalimat yang diucapkannya.

Koalisi pembela hak perempuan Malaysia mengatakan kekecewaannya terhadap Siti. Mereka menyebut saran yang diberikan bisa digunakan sebagai pewajaran terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

"Wakil menteri harus mundur karena menormalkan kekerasan dalam rumah tangga, yang merupakan kejahatan di Malaysia, serta melestarikan ide dan perilaku yang bertentangan dengan kesetaraan gender," kata perwakilan dari Joint Action Group for Gender Equality (JAG), dikutip Bisnis dari MalayMail.

"Lebih penting lagi, Malaysia telah terpilih menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB dengan janji memprioritaskan hak-hak kelompok rentan termasuk anak-anak dan perempuan," 

Namun mereka menilai apa yang disampaikan oleh Siti berbanding terbalik dengan aturan-aturan kesetaraan gender di Malaysia.

Sebelumnya, Siti Zailah juga pernah mendapat kritikan keras dari netizen pada tahun 2020 lalu. Dirinya memicu kemarahan publik setelah menyarankan kaum wanita untuk 'menerima, tetap bersabar dan memaafkan' pasangan yang kasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia kdrt
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top