Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Booster Vaksin Covid-19 Sinopharm Naikkan Antibodi 15 Kali Lebih Tinggi

Vaksin Sinopharm meningkatkan antibodi spesifik untuk Covid-19 sebesar 15 kali lebih tinggi berdasarkan hasil studi.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 04 Februari 2022  |  14:40 WIB
Booster Vaksin Covid-19 Sinopharm Naikkan Antibodi 15 Kali Lebih Tinggi
Di dalam pabrik produksi vaksin Sinopharm di Beijing. - Xinhua/Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Vaksin Sinopharm memperoleh Izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai vaksin booster. Berdasarkan studi, vaksin ini meningkatkan antibodi 15 kali lebih tinggi.

Vaksin booster Covid-19 keenam itu telah didaftarkan PT Kimia Farma untuk penggunaan booster homolog pada usia dewasa 18 tahun atau lebih yang telah mendapatkan dosis primer lengkap sekurang-kurangnya 6 bulan.

Dokter Adam Prabata menyampaikan, bahwa BPOM telah mengizinkan pemberian booster Sinopharm untuk orang yang sudah mendapatkan vaksin Sinopharm lengkap alias  dua dosis.

"Berdasarkan studi antibodi yang sudah dilakukan, pemberian booster Sinopharm pada orang yang sebelumnya juga mendapatkan Sinopharm ternyata mampu meningkatkan antibodi spesifik untuk Covid-19 hingga 15 kali lebih tinggi," tulisnya dalam unggahan di akun Instagram @adamprabata, Jumat (4/2/2022).

Selain itu, sambungnya, peningkatan tersebut  ditemukan pada 99,7 persen orang yang mendapatkan booster Sinopharm.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan aspek keamanan, Kepala Badan POM Penny K Lukito menuturkan bahwa penggunaan vaksin Sinopharm sebagai booster umumnya dapat ditoleransi dengan baik.

"Frekuensi, jenis, dan keparahan reaksi sampingan atau kejadian yang tidak diharapkan (KTD) setelah pemberian booster lebih rendah dibandingkan saat pemberian dosis primer. Adapun KTD yang sering terjadi merupakan reaksi lokal seperti nyeri di tempat suntikan, pembengkakan, dan kemerahan serta reaksi sistemik seperti sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot, dengan tingkat keparahan grade 1-2," jelas Penny, dikutip dari laman resmi Badan POM, Rabu (2/2/2022).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 Vaksin Booster
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top