Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lontarkan Kata Rasis ke Warga Kaltim, Azam Khan Salahkan Edy Mulyadi

Azam Khan mengaku pernyataannya itu dipancing oleh Edy Mulyadi yang mengajak dirinya mau atau tidak pindah ke Ibukota baru.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  13:14 WIB
Konsep Ibu Kota Negara. - Antara
Konsep Ibu Kota Negara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Nama Sekretaris Jenderal Koordinator Bela Islam (Korlabi) Azam Khan sempat menjadi buah bibir masyarakat karena menuding warga Kalimantan Timur dengan kalimat tidak pantas.

Azam Khan yang merupakan Jubir Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) itu pun mengklarifikasi pernyataannya terkait tudingan warga Kalimantan Timur adalah monyet.

Menurut Azam, pernyataannya itu dipancing oleh Edy Mulyadi yang mengajak dirinya mau atau tidak pindah ke Ibukota baru yaitu di Kalimantan Timur. Kemudian, Azam mengatakan bahwa dirinya tidak mau karena Kalimantan Timur itu masih hutan belantara.

"Lihat saja corak mengajaknya Edi, terus ditanya mau pindah ke sana gak, ya saya bilang hanya [kata itu], maksud saya kan karena kondisinya masih hutan belantara di sana, kalimat tidak pantas itu maksudnya untuk diri saya sendiri, bukan ke warga Kalimantan karena masih hutan belantara," tuturnya kepada Bisnis melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (24/1/2022).

Azam menduga bahwa pernyataannya tersebut hanya digoreng oleh beberapa oknum di media sosial sehingga menjadi viral dan memunculkan respon dari seluruh warga Kalimantan.

"Demi Allah gak ada itu saya menyinggung warga Kalimantan atau Dayak. Hanya digoreng-goreng oleh beberapa orang itu," katanya.

Sebelumnya sempat beredar dan viral di media sosial mengenai pernyataan Azam Khan dan Edy Mulyadi yang nyinyir menanggapi perpindahan Ibukota ke Kalimantan Timur oleh Pemerintahan Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rasisme ibu kota negara
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top