Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia-Belarusia Gelar Latihan Perang Bareng, Invasi ke Ukraina Kian Dekat?

Latihan militer bersama itu akan berlangsung saat Rusia juga mengerahkan pasukan di sepanjang perbatasan timur Ukraina.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  06:26 WIB
Tentara Rusia.  - moddb.com
Tentara Rusia. - moddb.com

Bisnis.com, JAKARTA--Rusia mulai memindahkan pasukannya ke negara tetangga utara Ukraina, Belarusia untuk latihan perang bersama yang kian meningkatkan kekhawariran negara Barat bahwa Moskow sedang mempersiapkan invasi ke negara tetangganya.

Latihan militer bersama, bernama United Resolve, akan berlangsung saat Rusia juga mengerahkan pasukan di sepanjang perbatasan timur Ukraina. Langkah itu selain berpotensi invasi juga dapat memicu konflik terbesar di Eropa selama beberapa dekade.

Sekjen NATO memperingatkan 'risiko konflik yang nyata' saat pembicaraan dengan Rusia mengenai Ukraina berakhir.

Video media sosial yang beredar menunjukkan artileri dan kendaraan militer lainnya tiba dengan menggunakan gerbong milik perusahaan kereta api negara Rusia.

Sedangkan Alexander Volfovich, kepala dewan keamanan Belarusia, mengatakan dalam sebuah pengarahan bahwa pasukan sudah tiba sebelum latihan yang dijadwalkan pada Februari.

Beberapa analis militer menyatakan Rusia mengirim pasukannya melalui Belarus untuk invasi yang luas. Langkaah itu secara efektif memperluas pengepungan atas pertahanan Ukraina dengan mengambil keuntungan dari perbatasan hampir 700 mil kedua negara. 

Sedangkan yang lain percaya Belarus tidak akan memainkan peran serius dalam konflik jika Rusia melancarkan serangan ke Ukraina.

Pemimpin Belarusia, Alexander Lukashenko menanggapi tekanan dan isolasi internasional dengan memperkuat hubungan dengan Rusia. Negara itu memberikan dukungan kuat untuk pembangunan militer Putin setelah negara tersebut menerima dukungan diplomatik dan ekonomi dari Kremlin untuk memerangi sanksi Barat. 

Lukashenko juga telah meninggalkan sikap netral negaranya terhadap konflik Ukraina dan secara terbuka mendukung pencaplokan Krimea oleh Rusia pada 2014.

Latihan perang itu akan diadakan di barat Belarusia, dekat perbatasan anggota NATO Polandia dan Lituania, dan di selatan Ukraina, kata Lukashenko.

“Tetapkan tanggal yang tepat dan beri tahu kami, jadi kami tidak disalahkan karena mengumpulkan beberapa pasukan di sini secara tiba-tiba seolah-olah kami sedang bersiap untuk berperang,” katanya kepada pejabat tinggi militer seperti dikutip TheGuardian.com, Selasa (18/1/2022).

Laporan dari Rusia juga menunjukkan lebih banyak peralatan militer, termasuk tank dan rudal balistik jarak pendek, diangkut melintasi negara itu menuju Ukraina dalam sepekan trakhir.

Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, mengatakan sebelum pertemuan dengan mitranya dari Rusia pada Selasa bahwa dia berharap ketegangan dapat diselesaikan dengan diplomasi tetapi jika tidak, Moskow akan membayar “harga mahal” untuk tindakan agresif terhadap Ukraina.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nato rusia ukraina
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top