Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kazakhztan Rusuh, Sedikitnya 164 Orang Tewas

164 orang tewas di Kazakhstan selama protes anti-pemerintah yang brutal, menurut laporan media mengutip pejabat kesehatan.
Kazaskhstan/Reuters
Kazaskhstan/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sedikitnya 164 orang tewas di Kazakhstan selama protes anti-pemerintah yang brutal, menurut laporan media mengutip pejabat kesehatan.

Jika angka itu dikonfirmasi, maka hal itu akan menandai kenaikan tajam dari angka sebelumnya sebanyak 44 kematian.

Hampir 6.000 orang ditangkap, termasuk sejumlah besar warga negara asing, menurut kata kantor kepresidenan Kazakhstan ssperti dikutip BBC.com, Senin (10/1/2021).

Demonstrasi yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar itu berubah menjadi kerusuhan besar karena menyebar ke seluruh negeri.

Aksi demo dimulai pada 2 Januari yang mencerminkan ketidakpuasan pada pemerintah dan mantan Presiden Nursultan Nazarbayev. Dia memimpin Kazakhstan selama tiga dekade dan masih dianggap memiliki pengaruh yang signifikan.

Pekan lalu, pasukan dari negara-negara lain termasuk Rusia dikirim ke Kazakhstan untuk membantu memulihkan ketertiban.

Pernyataan kantor kepresidenan menambahkan, bahwa situasi telah stabil dan  pasukan melanjutkan operasi "pembersihan" dan menjaga "fasilitas strategis". Akan tetapi keadaan darurat dan jam malam nasional tetap berlaku.

Kazakhstan merupakan sebuah negara bekas republik Uni Soviet yang mayoritas muslim dengan minoritas Rusia yang besar dan  memiliki sumber daya mineral yang besar.

Negara itu memiliki 3 persen dari cadangan minyak global dan sektor batu bara dan gas yang penting.

Kerusuhan yang telah meningkat menjadi protes yang lebih luas terhadap pemerintah telah mengakibatkan pengunduran diri para pejabat tinggi dan tindakan keras berdarah terhadap pengunjuk rasa.

Sedangkan di Ibu Kota, Nursultan, ada tanda-tanda jelas bahwa keamanan diperketat dan pintu masuk ke Istana Kepresidenan kota diblokir.

Ada isu yang berkembang, bahwa kekerasan baru-baru ini terkait dengan perebutan kekuasaan di dalam elit penguasa Kazakhstan.

Sekitar 103 korban tewas akibat tindak kekerasan dilaporkan terjadi di kota utama, Almaty.

Pasukan keamanan mengatakan, mereka membunuh perusuh di Almaty ketika mencoba untuk memulihkan ketertiban ketika pengunjuk rasa mencoba untuk menguasai kantor polisi di kota.

Presiden Kassym-Jomart Tokayev menyebut "20.000 bandit" telah menyerang Almaty, dan dia telah mengatakan kepada pasukan keamanan untuk "menembak tanpa peringatan".


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper