Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral Video Aparat TNI Bentrok dengan Warga di Deli Serdang, Diduga Terkait Rebutan Lahan

Rekaman video yang memperlihatkan sejumlah aparat TNI terlibat bentrok dengan warga di Deli Serdang viral di media sosial.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 07 Januari 2022  |  13:06 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Rekaman video yang memperlihatkan aksi kericuhan antara aparat TNI dan warga yang terjadi di sebuah area persawahan viral di media sosial.

Salah satu akun media sosial Instagram yang mengunggah video tersebut adalah @majeliskopi08.

Dalam video tersebut terlihat warga dan sejumlah aparat TNI awalnya terlibat cekcok mulut. Namun tak lama kemudian peristiwa itu berujung dengan aksi kekerasan.

Sejumlah aparat TNI terlihat melakukan pengeroyokan terhadap salah seorang warga di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan yang ditulis oleh akun tersebut, kejadian itu terjadi pada Selasa (4/1/2022).

Adapun lokasi kejadiannya berada di Desa Seituan, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Sedangkan penyebab kericuhan itu diduga karena sengketa lahan antara TNI dengan warga sekitar.

"Pihak TNI mengklaim berdasar putusan Mahkamah Agung, lahan persawahan seluas 65 Hektare yang dikuasai oleh masyarakat adalah milik Pusat Koperasi Angkatan Darat (Puskopad) A Dam I/BB. Sementara warga penggarap mengklaim bahwa lahan garapan tersebut adalah warisan dari nenek moyang mereka," tulisnya.

Penjelasan Kapendam

Setelah video tersebut viral di media sosial, Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kol. Inf Donald Erickson Silitonga angkat bicara.

Dalam video yang diunggah secara terpisah, Donald mengaku menyayangkan atas kesalahpahaman tersebut.

Pasalnya, lahan yang dimiliki oleh Puskopkar tersebut memiliki data kepemilikan HGU berdasarkan sertifikat HGU tertanggal 30 Agustus 1994.

Tidak hanya itu, pihak Puskopad juga setiap tahun secara rutin membayar pajak bumi dan bangunan (PBB), serta berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Register Nomor: 209/K/TUN/2000.

“Namun di lahan tersebut selama ini terdapat saudara-saudara kita yang memanfaatkan lahan dengan cara bercocok tanam,” kata Kapendam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top