Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Azis Syamsuddin Bantah Punya Staf Aliza Gunado dan Edy Sujarwo

Azis Syamsuddin membantah semua tudingan terkait keterlibatannya dalam perkara suap DAK Lampung Tengah.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 27 Desember 2021  |  15:17 WIB
Azis Syamsuddin Bantah Punya Staf Aliza Gunado dan Edy Sujarwo
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin memakai rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021). KPK resmi menahan Azis Syamsuddin sebagai tersangka setelah dijemput paksa oleh tim penyidik atas kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menyampaikan keberatan dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi DAK Lampung Tengah.

Azis membantah bahwa dirinya memiliki adik. Dia juga memastikan bahwa Aliza Gunado dan Edy Sujarwo bukan stafnya saat menjadi anggota legislatif.

“Saya lima bersaudara. Saya anak paling kecil. Kakak saya yang tengah sudah meninggal. Saya tidak pernah merasa punya adik. Itu yang pertama,” katanya di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Senin (27/12/2021).

Azis menjelaskan bahwa dia tidak pernah membuat janji juga tidak pernah ada permintaan untuk datang pada pertemuan di kafe yang dikelola oleh Vio.

Azis lalu meminta kepada jaksa untuk menampilkan CCTV pada 21 Juli 2017 yang disebut ada pertemuan membahas soal DAK. Dia menyebut banyak orang yang ingin bertemu dengannya saat itu.

Keempat, Azis mengklaim bahwa politikus Partai Golkar, yakni Aliza Gunado bukanlah staf dia. Itu telah dia sampaikan dalam bukti persidangan.

“Begitu juga dengan Aliza. Tidak pernah tercatat di administrasi sebagai staf saya,” jelasnya.

Azis membantah keterangan dari mantan Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah Taufik Rahman yang membeberkan proses pengajuan tambahan DAK tahun anggaran 2017 di daerahnya. Dia juga menyiapkan mahar Rp200 juta untuk menyerahkan proposal DAK kepada Azis.

Pada April 2017, Taufik mengaku mengajukan DAK ke pemerintah pusat. Dia sendiri yang menyiapkan proposalnya atas perintah Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Saat itu, Taufik belum kenal dengan Azis. Pertemuan perdananya dengan Azis saat diajak orang kepercayaanya, pada 21 Juli 2017.

Awal setelah pengajuan proposal, dia ditemui kawan yang merupakan seorang konsultan bernama Darius.

Darius memberitahu ada orang dari Jakarta yang bisa membantu mengurus tambahan DAK Lampung Tengah. Dia adalah Aliza Gunado yang mengaku orang dekat tangan Azis.

Bertemu di sebuah cafe di Bandar Lampung, Aliza menyampaikan apabila proposal ingin tembus harus mengajukan ke Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, Bappenas, dan DPRD termasuk Banggar.

Aliza lalu mengatakan proposal tersebut bisa diajukan lewat dia. Setelah berkas selesai, Taufik membawa ke Jakarta untuk bertemu Aliza di Gedung DPR.

Saat itu nilai tambahan yang diajukan Rp300 miliar. Tapi Aliza bilang terlalu besar sehingga perlu direvisi menjadi sekitar Rp130 miliar.

Taufik pun pulang dan melapor ke mantan Bupati Mustafa. Akan tetapi yang disampaikan Mustafa adalah tidak kenal dengan Aliza. Yang dia tahu, orang kepercayaan Aziz adalah Edy Sujarwo.

Lalu, Taufik dan Darius mencari cara untuk menghubungi Jarwo. Setelah bertemu, Jarwo mengaku kaki tangan Azis. Akhirnya pertemuan dengan Azis berlangsung.

Mereka akhirnya bertemu di bandara. Sebelum itu, Jarwo sudah berpesan agar menyiapkan uang proposal besarannya Rp200 juta.

Uang tersebut dibungkus dengan kresek plastik. Rencananya, duit akan diserahkan Taufik saat pertemuan dengan Azis di sebuah kafe yang dikelola oleh adik Azis bernama Vio. Akan tetapi pertemuan batal karena Azis masih ada rapat banggar di DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Azis Syamsuddin
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top