Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dua Wisatawan Rafting di Bali Meninggal Akibat Longsor

Akibat tanah longsor tersebut empat orang tertimbun. Tiga di antaranya berhasil dievakuasi, namun 2 orang dinyatakan meninggal dunia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 November 2021  |  18:27 WIB
Dua Wisatawan Rafting di Bali Meninggal Akibat Longsor
Ilustrasi jenazah. - Antara/Ardiansyah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tim SAR di Bali menemukan dua korban meninggal setelah melakukan evakuasi enam korban longsor saat ikut kegiatan rafting di Sungai Ayung, Gianyar, Kamis (25/11).

Pelaksana Penanggulangan Bencana BPBD Gianyar Ida Bagus Putu Suamba di Gianyar, Jumat (26/11/2021), mengatakan akibat tanah longsor tersebut empat orang tertimbun. Tiga di antaranya berhasil dievakuasi, namun 2 orang dinyatakan meninggal dunia.

“Sudah proses penurunan mesin semprot berikut kelengkapannya. Karena medannya sangat ekstrem, jadi perlu berhati hati,” ujarnya.

Ada satu kelompok, 12 wisatawan, mau bermain rafting Kamis (25/11). Namun karena hujan lebat saat itu dan air sungai meluap sehingga membahayakan buat kegiatan itu, kemudian dibatalkan.

Para wisatawan diminta naik dari titik keberangkatan Gangga Resort Sungai Ayung dan menuju mobil.

Saat para wisatawan naik terjadi longsor, sebanyak enam orang tertimbun longsor. Dimana 3 orang berhasil selamat dan 2 orang lainnya tewas di tempat, dan satu dalam pencarian.

Longsor itu terjadi di Banjar Bawean Melinggih Kelod, Desa Kedewatan, Kecamatan Payangan, Gianyar.

Namun naas bagi 4 orang wisatawan yang akan kembali naik ke angkutan rafting. Sebelum tiba di atas, malah terjadi tanah longsor dan menimbun mereka.

Sementara itu, Kepala Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Basarnas Bali, Gede Darmada, saat dimintai konfirmasi terpisah mengatakan, awal dalam rilistnya terdapat 6 orang yang rafting di Sungai Ayung, 3 orang dinyatakan selamat, 2 meninggal dunia dan 1 masih dalam pencarian.

“Kemarin itu kami menerima laporan sekitar pukul 14.55 Wita, bahwa ada orang tertimpa longsor jumlahnya 6 orang di Desa Kedewatan, Gianyar,” ungkap Darmada, Jumat.

Dari keenam korban, Darmada menjelaskan, empat korban merupakan satu keluarga asal Banten, yakni Martin Indrawijaya (42) dan Fina Lianty (38) korban selamat merupakan suami istri.

Kemudian Julius Hans Wijaya merupakan anak , Martin dan Fina, meninggal dunia dan Marvel Wijaya masih dalam pencarian.

Sedangkan dua korban lainnya atas nama Nuryanti (36) ditemukan meninggal dunia dan satu korban lain yakni warga negara asing (WNA) asal Swedia, bernama Cleas Henry Jinback (55) dilaporkan selamat.

“Seluruh korban baik yang selamat maupun meninggal dunia sudah dievakuasi oleh tim SAR gabungan mereka langsung dibawa ke RSU Payangan,” terangnya.

Ia menambahkan beberapa unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan di antaranya, Basarnas Bali, Dit SAR Sabhara Polda Bali, Polsek Payangan, BPBD Kabupaten Gianyar, TRC dan PMI Gianyar serta tim medis RSU Payangan, juga warga masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top