Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akui Sebar Video Penganiayaan Kapolres Nunukan, Brigadir SL Minta Maaf

Brigadir SL mengaku menyebarkan video pemukulan yang dilakukan atasannya Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 27 Oktober 2021  |  10:05 WIB
Viral video Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar melakukan penganiayaan terhadap anak buah karea fotonya tak muncul dalam zoom meeting.
Viral video Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar melakukan penganiayaan terhadap anak buah karea fotonya tak muncul dalam zoom meeting.

Bisnis.com, JAKARTA - Brigadir Polisi Sonny L. (SL) mengaku telah menyebarkan video pemukulan terhadap dirinya yang dilakukan oleh atasannya Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar.

Brigpol SL pun menyampaikan permintaan maaf melalui rekaman video yang telah beredar luas dan viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Brigadir SL mengaku menyebarkan video pemukulan yang dilakukan atasannya. Berikut ini permintaan maaf lengkap yang disampaikan Brigadir SL dalam video berdurasi 58 detik.

Selamat malam komandan, senior dan rekan-rekan. Terkhusus kepada Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar, saya memohon maaf atas video yang beredar di media sosial. Karena pada saat mengupload video tersebut tidak berpikir dengan jernih. Dengan beredarnya video tersebut, saya sangat menyesal dan saya membenarkan bahwa tidak melaksanakan perintah pimpinan.

Setelah kejadian tersebut, saya langsung menghadap Bapak Kapolres Nunukan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Permohonan maaf ini tidak ada unsur paksaan dari siapa pun.

Sekali lagi Komandan, mohon izin, saya memohon maaf yang sebesar besarnya, atas kesalahan yang saya lakukan, demikian komandan, terima kasih," katanya dalam rekaman video berdurasi 58 detik tersebut.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Utara (Kaltara) Kombes Pol Budi Rachmad membenarkan bahwa video disebarkan oleh Brigadir SL.

"Iya pelakunya (penyebar video) SL. Dia bertugas di TIK Polres Nunukan," kata Kombes Budi, Selasa (26/10/2021) seperti dilansir dari Antara.

Budi menjelaskan kronologi penganiayaan yang diduga dilakukan Kapolres Nunukan AKBP SA terhadap anggotanya berinisial Brigadir SL, yang videonya viral di sosial media.

Dia mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Kamis (21/10). Dia menyebutkan, Brigadir SL yang bertugas di TIK Polres Nunukan tidak melaksanakan tugas dengan baik, saat gangguan jaringan zoom meeting tidak ada.

Menurut Budi, pada hari kejadian Kapolres Nunukan tengah mengikuti kegiatan acara puncak Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) secara zoom meeting dengan Mabes Polri dan Polda Kaltara.

"Saat gangguan jaringan zoom meeting yang bersangkutan (Brigadir SL) tidak ada. Ditelepon tidak diangkat," ujarnya.

Diduga kejadian ini yang melatarbelakangi kemarahan Kapolres Nunukan, hingga terjadi peristiwa penganiayaan tersebut.

"Rekaman video tersebut diviralkan oleh SL yang dipukul Kapolres, dikirim ke group TIK Polda Kaltara dan group letting bintara," ujar Budi.

Atas peristiwa tersebut, Polda Kaltara juga memproses Brigadir SL untuk pelanggaran kode etik yang dilakukannya. "Iya diproses berikutnya, secara kode etik," ujar Budi.

Sementara itu, Polda Kalimantan Utara memberhentikan AKBP Syaiful Anwar dari jabatan sebagai Kapolres Nunukan karena telah menghajar anak buahnya di acara baksos Akabri 1999 Peduli.

Hal tersebut terungkap dalam video yang viral di media sosial. Video berdurasi 43 detik yang memperlihatkan AKBP Syaiful Anwar menghajar anak buahnya di sebuah ruangan yang diduga berada di Aula Polres Nunukan, pada Kamis (21/10/2021).

Kabid Profesi dan Pengamanan Polda Kalimantan Utara, Kombes Pol Dearystone Supit mengatakan bahwa perbuatan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar menghajar anak buahnya itu merupakan pelanggaran etik dan harus segera diproses.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polisi kasus penganiayaan nunukan kapolres dicopot
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top