Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

17 Misionaris Asal AS Diculik Geng Bersenjata Haiti

Penculikan terhadap misionaris AS terjadi setelah para misionaris meninggalkan panti asuhan di negara Karibia
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 Oktober 2021  |  13:21 WIB
17 Misionaris Asal AS Diculik Geng Bersenjata Haiti
Para tersangka dalam pembunuhan Presiden Jovenel Moise, yang ditembak mati Rabu (7/7/2021) pagi di rumahnya, ditunjukkan kepada media di Port-au-Prince, Haiti, Kamis (8/7/2021). - Antara/Reuters\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Sebanyak 17 misionaris Kristen Amerika Serikat dan keluarga mereka, termasuk anak-anak diculik kemarin oleh anggota geng di ibu kota Haiti, Port-au-Prince, menurut laporan sejumlah media AS.

Penculikan itu terjadi setelah para misionaris meninggalkan panti asuhan di negara Karibia yang dilanda krisis, menurut laporan New York Times dan CNN seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Minggu (17/10/2021).

Sedangkan Washington Post melaporkan bahwa sebuah audio dari Christian Aid Ministries yang berbasis di Ohio menyatakan "pria, wanita dan anak-anak" yang terkait dengan kelompok itu ditahan oleh geng bersenjata.

"Direktur lapangan misi dan kedutaan Amerika Serikat sedang bekerja untuk melihat apa yang bisa dilakukan," menurut rekaman audio itu seperti dikutip. “Berdoalah agar anggota geng akan bertobat dan beriman kepada Yesus Kristus.”

Para korban termasuk 14 orang dewasa dan tiga anak di bawah umur, namun tidak disebutkan namanya oleh pasukan keamanan Haiti.

Mereka melakukan perjalanan ke Titanyen setelah mengunjungi panti asuhan di daerah Croix des Bouquets, menurut CNN. Sedangkan New York Times sebagaimana mengutip pejabat setempat, mengatakan para misionaris itu dibawa dari bus menuju bandara untuk menurunkan beberapa anggota kelompok itu sebelum melanjutkan ke tujuan lain di Haiti.

Kekerasan meningkat di Haiti setelah pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada bulan Juli dan gempa bumi pada bulan Agustus yang menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Departemen Luar Negeri AS telah mengetahui laporan penculikan tersebut, kata seorang juru bicaranya, tetapi tidak memberikan rincian. 

"Keamanan dan keselamatan warga AS di luar negeri adalah salah satu prioritas tertinggi Departemen Luar Negeri," kata juru bicara itu dalam email.

Kedutaan Besar AS di Haiti tidak menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja. Sedangkan seorang juru bicara polisi Haiti mengatakan dia sedang mencari informasi tentang masalah ini.

Lembaga Swadaya masyarakat Christian Aid Ministries juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Lonjakan kekerasan geng telah membuat ribuan orang mengungsi dan menghambat kegiatan ekonomi di negara termiskin di Amerika itu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat haiti
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top