Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PBB dan Iran Capai Kesepakatan Soal Perjanjian Nuklir

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Iran disebut-sebut telah melakukan pertemuan yang konstruktif guna membahas mengenai perjanjian nuklir.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 12 September 2021  |  19:09 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) - Istimewa
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Kepala Nuklir Iran telah mencapai kesepakatan baru. Adapun kesepakatan itu akan mencegah krisis lain yang membayangi prospek pemulihan kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.

Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mendarat di Teheran Sabtu malam (11/9/2021) dan bertemu Mohammad Eslami, kepala Organisasi Energi Atom Iran yang baru diangkat, pada Minggu pagi (12/9/2021).

Perjalanan itu merupakan yang pertama bagi Grossi ke Teheran selama pemerintahan baru Presiden Ebrahim Raisi, yang menunjuk Eslami sebagai kepala nuklir baru pada 29 Agustus lalu.

Kedua belah pihak menyebut pertemuan itu ‘konstruktif’ dan sepakat bahwa mereka akan melanjutkan diskusi di sela-sela konferensi umum badan tersebut di Wina akhir bulan ini.

Mereka juga sepakat bahwa Grossi akan segera melakukan perjalanan ke Teheran lagi untuk menggantikan kartu memori kamera pemantau badan tersebut, yang masih akan disimpan di Iran. Hal itu, sejalan dengan undang-undang yang disahkan oleh parlemen garis keras Iran pada bulan Desember.

Iran sejak Februari menyatakan hanya akan menyerahkan rekaman itu ke badan tersebut setelah kesepakatan tercapai di Wina yang akan mencabut sanksi sepihak Amerika Serikat.

“Yang penting bagi kami, dan juga ditekankan oleh IAEA adalah membangun kepercayaan,” kata Eslami usai pertemuan seperti dikutip dari Aljazeera.com Minggu (12/9).

Pertemuan itu terjadi beberapa hari setelah dua laporan rahasia IAEA baru dibagikan kepada media yang menunjukkan keprihatinan badan tersebut atas program nuklir Iran.

Laporan tersebut mengatakan Iran telah gagal untuk bekerja sama secara memadai pada peralatan rekaman badan tersebut. Beberapa di antara rekaman mungkin telah hancur setelah sebuah insiden, ketika sedang melanjutkan pengayaan uranium yang tinggi dan belum memberikan penjelasan lengkap tentang bahan nuklir di beberapa lokasi.

Pertemuan menit terakhir pada Minggu dilaporkan difasilitasi oleh Rusia yang belum mendukung resolusi terhadap Iran.

Presiden Raisi awal bulan ini memperingatkan bahwa kecaman terhadap Iran pada konferensi yang diselenggarakan di Austria itu dapat berdampak negatif terhadap kembalinya ke meja perundingan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbb nuklir nuklir iran

Sumber : Aljazeera.com

Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top