Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PAN Gabung Jokowi: Koalisi Makin Gemuk, Oposisi Remuk

Bergabungnya PAN dalam koalisi bukan suatu yang mengagetkan karena pada periode pertama Presiden Jokowi, partai tersebut juga masuk dalam kabinet di babak terakhir pemerintahan.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 26 Agustus 2021  |  14:26 WIB
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyampaikan sambutan pada Apel Ranting PAN di GOR Manahan, Solo, Minggu (14/1/2018). - JIBI/Nicolous Irawan
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyampaikan sambutan pada Apel Ranting PAN di GOR Manahan, Solo, Minggu (14/1/2018). - JIBI/Nicolous Irawan

Bisnis.com, JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) telah resmi bergabung dengan koalisi pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo.

Praktis dengan bergabungnya PAN, partai politik yang berada di luar pemerintahan hanya Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera.

Berbeda dengan Demokrat yang cenderung abu-abu. Sikap politik PKS lebih jelas. Mereka berulangkali menegaskan bahwa PKS adalah oposisi pemerintah. Dan bagi demokrasi, keberadaan oposisi adalah suatu yang lazim dan sangat diperlukan.

PAN sendiri, usai kubu Amien Rais didepak dari elit partai, cenderung bergerak seirama dengan kebijakan pemerintah. Meskipun, indikasi partai tersebut bergabung dengan koalisi Jokowi sudah tercium jauh-jauh hari.

Salah satu partai pendukung pemerintah, PPP memberikan tanggapannya terkait bergabungnya PAN dalam koalisi.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menilai bergabungnya PAN secara resmi dalam koalisi partai politik pendukung pemerintahan dapat menambah sumbangsih pemikiran yang dapat diberikan bagi bangsa Indonesia.

"Masuknya PAN dalam koalisi dapat menambah sumbangsih pemikiran di koalisi pemerintahan. Kita tatap hari esok untuk masa depan bangsa Indonesia," kata Achmad Baidowi dilansir dari Antara, Kamis (26/8/2021).

Dia menyambut baik dan mengucapkan selamat datang kepada PAN yang secara resmi bergabung dalam koalisi parpol pendukung pemerintahan.

Dia menilai negara dan bangsa Indonesia tidak bisa diurus sendiri namun diperlukan upaya bersama berbagai pihak untuk membangun bangsa.

Baidowi mengatakan sebelumnya PPP sudah diajak komunikasi secara informal terkait rencana masuknya PAN dalam koalisi parpol pendukung pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan para pimpinan parpol koalisi pendukung pemerintah di Istana Negara, Rabu (25/8/2021). Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen DPP PAN Edy Soeparno.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan kehadiran Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan ikut dalam pertemuan pimpinan partai politik bertemu Presiden Joko Widodo pada Rabu (25/8/2021) menegaskan bahwa partainya sebagai parpol pendukung pemerintah.

"Tadi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan didampingi Sekjen Eddy Soeparno hadir di istana bertemu dengan partai koalisi bersama Presiden Jokowi. Hadir sebagai partai koalisi pendukung pemerintah," kata Viva Yoga kepada ANTARA di Jakarta, Rabu (25/8) malam.

Dia mengatakan PAN sejak kepemimpinan Zulkifli Hasan telah menegaskan sebagai partai politik pendukung pemerintah dan ikut sebagai partai koalisi.

Menurut dia, pertemuan para pimpinan parpol tersebut tidak membicarakan terkait komposisi kabinet karena merupakan kewenangan dan hak prerogatif presiden.

Viva Yoga menjelaskan Zulkifli menyampaikan masukan kepada Presiden Jokowi khususnya terkait penanganan pandemi Covid-


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai demokrat partai amanat nasional Presiden Joko Widodo
Sumber : Antara
Editor : Edi Suwiknyo

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top