Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ICW: Edhy Prabowo Pantas Diganjar Hukuman Maksimal, Ini Alasannya

Salah satu alasannya adalah Edhy Prabowo terbukti korupsi dengan nomimal yang besar, yaitu Rp24,6 miliar dan US$77.000.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Juli 2021  |  13:59 WIB
ICW: Edhy Prabowo Pantas Diganjar Hukuman Maksimal, Ini Alasannya
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana (tengah). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai vonis lima tahun penjara terhadap eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terlalu ringan.

“Bagi ICW, Edhy sangat pantas untuk diganjar vonis maksimal, setidaknya 20 tahun penjara,” kata dia, Jumat (16/7/2021).

Kurnia mengatakan ada beberapa pertimbangan yang seharusnya memberatkan hukuman Edhy. Pertama, saat melakukan korupsi Edhy sedang mengemban status sebagai pejabat publik.

Dengan begitu, berdasarkan Pasal 52 KUHP seharusnya dikenakan pemberatan hukuman. Edhy, kata dia, juga melakukan korupsi di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, menurut Kurnia, Edhy terbukti korupsi dengan nomimal yang besar, yaitu Rp24,6 miliar dan US$77.000. Namun, hukumannya cuma lima tahun.

Menurut dia, hukuman itu hanya bisa dianggap benar bila Edhy hanya melakukan korupsi sebanyak puluhan juta rupiah dan berstatus justice collaborator.

“Ganjaran hukuman lima tahun penjara itu kian menambah suram lembaga peradilan dalam menyidangkan perkara korupsi,” kata dia.

Di luar dari vonis tersebut, Kurnia menyoroti rendahnya tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK, yaitu lima tahun. Dia curiga tuntutan itu bukan inisiatif dari jaksa, melainkan dari pimpinan KPK. “ICW curiga Pimpinan KPK ada di balik rendahnya tuntutan terhadap Edhy Prabowo,” kata dia.

Kurnia mengatakan KPK harus segera menerbitkan surat perintah penyelidikan atas dugaan tindak pidana pencucian uang dalam perkara suap ekspor benih lobster ini.

Dia menilai sudah ada beberapa bukti awal yang mengarah ke perbuatan pencucian uang. Misalnya, para terdakwa di kasus Edhy Prabowo ini membeli properti menggunakan pihak lain untuk menyamarkan kepemilikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

icw edhy prabowo

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top