Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Pinangki, ICW Sebut Ada Pejabat Penegak Hukum Tak Tersentuh Hukum

ICW mengucapkan selamat kepada Jaksa Agung dan jajarannya di Kejaksaan Agung karena sudah berhasil mempertahankan vonis ringan kepada Pinangki Sirna Malasari,
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 06 Juli 2021  |  08:31 WIB
Kasus Pinangki, ICW Sebut Ada Pejabat Penegak Hukum Tak Tersentuh Hukum
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana (tengah). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesian Corruption Watch (ICW) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk membongkar dugaan keterlibatan pejabat tinggi pada instansi penegak hukum dalam kasus yang melibatkan terdakwa Pinangki Sirna Malasari.

Aktivis ICW, Kurnia Ramadhana mengungkapkan, bahwa masih ada sejumlah pejabat pada instansi penegak hukum yang sampai kini belum tersentuh hukum terkait perkara dugaan tindak pidana gratifikasi dan pencucian uang tersebut.

Menurutnya, pejabat pada instansi penegak hukum itu merupakan sosok yang menjamin agar Pinangki Sirna Malasari dapat bertemu dengan buronan kasus cassie Bank Bali Djoko Soegiharto Tjandra.

"Ada dugaan keterlibatan pejabat tinggi di instansi penegak hukum yang menjamin Pinangki untuk dapat bertemu dengan Joko S Tjandra. Ada banyak celah yang tidak mau dibongkar Kejaksaan Agung," tuturnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (6/7/2021).

Berkaitan dengan JPU yang menolak mengajukan kasasi dalam kasus Pinangki Sirna Malasari, ICW juga mengucapkan selamat kepada Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin yang mempertahankan vonis ringan terhadap terdakwa Pinangki Sirna Malasari.

"ICW mengucapkan selamat kepada Bapak ST Burhanudin selaku Jaksa Agung dan jajarannya di Kejaksaan Agung karena sudah berhasil mempertahankan vonis ringan kepada Pinangki Sirna Malasari," katanya.

Menurut Kurnia, Mahkamah Agung (MA) juga turut berkontribusi membuat catatan hitam dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia dalam perkara tersebut.

"Tidak hanya itu, MA juga sukses pula menorehkan noktah hitam dalam upaya pemberantasan korupsi. Sebab, penegak hukum yang mestinya diganjar hukuman maksimal, namun hanya divonis 4 tahun penjara," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kejagung icw Jaksa Pinangki
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top