Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 di Yogyakarta Cetak Rekor, Sultan: Masyarakat Jangan Anggap Enteng! 

Penambahan kasus Covid-19 di Yogyakarta mencetak rekor tertinggi selama pandemi. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta masyarakat jangan menganggap enteng penularan Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Juni 2021  |  10:22 WIB
Covid-19 di Yogyakarta Cetak Rekor, Sultan: Masyarakat Jangan Anggap Enteng! 
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Jumat (9/10/2020). - Ist - Dok Humas Pemda DIY.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta masyarakat agar tidak menganggap enteng adanya lonjakan kasus Covid-19, khususnya di wilayah Yogyakarta.  

Dia mengimbau agar warga Yogyakarta dan sekitarnya mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan mengurangi mobilitas. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Yogyakarta, jumlah penambahan kasus positif harian pada Minggu (21/6/2021) sebanyak 665 kasus.   

Sultan mengakui angka tersebut merupakan angka tertinggi penambahan kasus selama pandemi Covid-19 terjadi di Yogyakarta. Hal itu diungkapka  seusai mengikuti rapat terbatas tentang Penanganan Covid-19 melalui daring bersama sejumlah menteri dan para gubernur di Kompleks Kepatihan, Minggu (20/6/2021). 

“Sebagian besar [naik], kira-kira 30 provinsi yang naik, semuanya naik. Bagaimana kita mencoba masing-masing daerah memperketat kondisi yang ada,” kata Sultan seperti dikutip dari Harian Jogja, Senin (21/6/2021).

Selain itu, dia menuturkan Rukun Tetangga (RT) yang berada di zona merah juga bertambah dari empat RT menjadi 19 RT dan yang berada di zona oranye mencapai 61 RT. 

Sultan juga meminta masyarakat untuk kooperatif dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19.

 “Tanpa kesadaran itu kita tidak bisa menurunkan dengan baik. Setelah turun, naik lagi. Ini tergantung kita-kita sendiri [individu]. Kami [pemerintah] bisanya mengambil kebijakan mengkonsolidasikan potensi fasilitas kesehatan. Kalau masyarakat menganggap enteng, ya kita kesulitan cegah penularan,” ujarnya.

Pemda DIY akan memaksimalkan ketesediaan bed atau tempat tidur khusus pasien Covid-19 dan menambah tenaga kesehatan (nakes) untuk mengatasi peningkatan kasus Covid-19. 

Sampai saat ini kasus Covid-19 di Bumi Mataram terus naik, bahkan per Minggu (20/6) sebanyak 665 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak pandemi melanda DIY Maret 2020 lalu.

Sultan mengatakan penambahan kasus positif tersebut turut berdampak pada tingkat keterisian Bed Occupancy Rate (BOR) atau tempat tidur baik isolasi maupun ICU di rumah sakit rujukan khusus Covid-19.

“Jadi, tadi juga sudah disampaikan oleh Menteri Kesehatan, updatenya, BOR itu 75 persen. Tapi dari kondisi tadi pagi, itu berubah. Setelah perkembangan kita ada di angka 65,44 persen. Kenapa turun? Karena dari kondisi jumlah bed, yang tadinya 941, dengan kenaikan yang ada, sekarang bed yang ada menjadi 1.224 bed, sudah tambah 30 persen bed yang ada di khusus untuk Covid. Khususnya di RSUP Sardjito dan Hardjolukito,” kata Sultan.

Lebih lanjut, Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menekankan bahwa pada instruksi terakhir Nomor 15/INSTR/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang dikeluarkan tanggal 15 Juni 2021. 

Sumber: Harian Jogja 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta sri sultan hamengkubuwono Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top