Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satgas: Lonjakan Covid-19 di Kudus Harus Jadi Pelajaran Daerah Lain

Kasus Covid-19 di Kudus tercatat naik lebih dari 30 kali lipat yaitu dari 26 kasus menjadi 929 kasus hanya dalam satu pekan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 04 Juni 2021  |  19:56 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. - Antara
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Satgas Covid-19 meminta pemerintah daerah mengawasi kegiatan tradisi keagamaan usai Idulfitri seiring kenaikan tajam kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah yang diakibatkan oleh tradisi keagamaan berupa ziarah kubur.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. Dia mengatakan kasus Covid-19 di Kudus tercatat naik lebih dari 30 kali lipat yaitu dari 26 kasus menjadi 929 kasus hanya dalam satu pekan.

Hal ini menjadikan kasus aktif di Kudus menjadi sebanyak 1.280 kasus atau 21,41 persen dari total kasus positif. Bahkan 189 di antaranya merupakan tenaga kesehatan.

Angka total kasus tersebut cukup besar jika dibandingkan dengan angka kasus aktif nasional yang hanya 5,47 persen.

“Apa yang terjadi di Kudus dapat menjadi pelajaran di daerah lainnya. Mohon Satgas daerah bisa mengantisipasi tradisi dan budaya di wilayahnya masing-masing sehingga dapat menentukan penanganan dan kebijakan agar kasus tidak meningkat tajam,” kata Wiku dalam Keterangan Pers pada Jumat (6/4/2021).

Wiku mengatakan kenaikan tajam kasus positif di Kudus telah menyebabkan keterisian tempat tidur, ruang isolasi, dan ruang ICU rujukan Covid-19 melonjak.

Per 1 Juni, lebih dari 90 persen tempat tidur terisi. “Ini kondisi yang memprihatinkan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil kunjungannya beserta jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), keadaan ini terjadi dari dampak kegiatan wisata religi berupa ziarah serta tradisi kupatan yang dilakukan warga Kudus 7 hari usai Lebaran.

Hal tersebut juga diperparah dengan rumah sakit yang belum tegas dan disiplin menerapkan sistem zonasi. Bahkan, dia mendapat laporan, masih ditemukan pasien Covid-19 yang didampingi oleh keluarganya yang keluar masuk wilayah rumah sakit tanpa screening.

“Dari kunjungan ini Ketua Satgas meminta kepada Pemda Kudus untuk segera melakukan konversi tempat tidur lainnya menjadi tempat tidur untuk pasien Covid-19,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah kudus Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top