Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Red Notice Harun Masiku, Eks Direktur KPK: Gak Berlaku di Dalam Negeri

Eks Direktur KPK Giri Suprapdiono mengkritik Red Notice untuk Harun Masiku. Menurutnya, hal itu tidak berlaku jika buronan berada di dalam negeri.
Meuthia Novianthree Nafasya
Meuthia Novianthree Nafasya - Bisnis.com 03 Juni 2021  |  13:25 WIB
Red Notice Harun Masiku, Eks Direktur KPK: Gak Berlaku di Dalam Negeri
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono - Youtube
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono menyebut Red Notice dari Interpol terhadap Harun Masiku tidak berlaku jika buronan berada di dalam negeri.

Seperti diketahui, KPK masih memburu politisi PDI Perjuangan Harun Masiku yang menjadi tersangka kasus suap pergantian antarwaktu DPR RI.

KPK telah mengirimkan surat kepada National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia diharapkan dapat diterbitkan Red Notice. Hal tersebut dilakukan agar Harun Masiku dapat segera ditemukan dan penyidikan perkara dapat diselesaikan.

Namun, Giri Suprapdiono dalam cuitan akun twitter-nya @girusuprapdiono mengatakan bahwa hal tersebut tidak efektif apabila tersangka masih berada dalam negeri.

"RED NOTICE interpol tidak efektif apabila buron berada di dalam negeri. Apakah ini sebuah petunjuk? Berharap HARUN al rasyid menangkap Harun," kata Giri dalam cuitannya yang diunggah di twitter, Kamis (03/06/2021).

Dalam cuitannya, Giri menyematkan tautan dari mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah @febridiansyah. Sebelumnya, Febri memberikan sindirannya kepada KPK yang dipimpin oleh Firli Bahuri.

"Padahal sudah DPO sejak 27 Januari 2020 (1 tahun 4 bulan lalu). Ini yang disebut serius mencari buron?," kata Febri Diansyah dalam cuitannya.

Diketahui dari 2017 sampai 2020, ada 10 tersangka yang berstatus DPO KPK dan khusus di tahun 2020 telah ditangkap tiga tersangka yang berstatus DPO, yaitu Nurhadi, Rezky Herbiyono, dan Hiendra Soenjoto. Adapun rinciannya, lima tersangka adalah DPO dari 2017 sampai 2019, yaitu Kirana Kotama, Sjamsul Nursalim, Itjih Nursalim yang juga istri Sjamsul, Izil Azhar, dan Surya Darmadi.
Sementara itu, DPO KPK pada 2020, yaitu Harun Masiku dan Samin Tan. Adapun, Samin Tan telah berhasil ditangkap pada April 2021 lalu. Namun, khusus untuk Sjamsul Nursalim dan istrinya pasca-KPK mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) maka status keduanya bukan tersangka lagi.

KPK pun segera mengurus pencabutan status DPO terhadap dua orang tersebut. Dengan demikian, empat buronan KPK yang belum tertangkap, yakni Kirana Kotama, Izil Azhar, Surya Darmadi, dan Harun Masiku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi Harun Masiku
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top