Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Guru Besar FKM UI: Vaksinasi adalah Metode Pencegahan Efisien

Biaya vaksinasi Covid-19 dinilai relatif kecil dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk merawat pasien yang terkena Covid-19.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 29 Mei 2021  |  13:13 WIB
Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH., Dr.PH (Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI) bersama Icha Atmadi, S.T. (Penyintas COVID/19) dalam dialog produktif bertema memaksimalkan pengelolaan kesehatan lewat vaksinasi di Jakarta, Kamis, 26 November 2020.
Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH., Dr.PH (Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI) bersama Icha Atmadi, S.T. (Penyintas COVID/19) dalam dialog produktif bertema memaksimalkan pengelolaan kesehatan lewat vaksinasi di Jakarta, Kamis, 26 November 2020.

Bisnis.com, JAKARTA - Profesor Hasbullah Thabrany, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, menegaskan bahwa dari kacamata ekonomi kesehatan, vaksinasi adalah metode pencegahan yang efisien.

Dia menjelaskan dengan biaya vaksinasi Covid-19, misalnya senilai Rp900.000, maka negara dapat mencegah mencegah penularan penyakit dari satu orang. Menurutnya, nilai itu relatif kecil dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk merawat pasien yang terkena Covid-19.

Apalagi, kata dia, rata-rata masa perawatannya memerlukan waktu 9-10 hari. "Biaya vaksinasi lebih efisien. Apabila kita bekerja sehari mampu menghasilkan Rp500.000 maka kita bisa kehilangan potensi penghasilan Rp5 juta akibat dirawat Covid-19,” jelasnya seperti dilansir laman resmi KPCPEN, Jumat (28/5/2021).

Hasbullah juga menjelaskan akibat Covid-19, anggaran belanja negara defisit hingga lebih dari Rp1.000 triliun rupiah. Pandemi Covid-19 yang tidak teratasi, sebut dia, membuat perekonomian tidak bergerak.

Dengan demikian, dia menilai seluruh masyarakat adalah korban Covid-19. "Pemerintah sadar betul apabila masyarakat tidak dipulihkan kesehatannya, serta perilaku masyarakat tidak didisiplinkan, ekonomi menjadi sulit bergerak. Pemerintah pun berinvestasi dengan vaksinasi dan melalui 3T,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menjalankan program vaksinasi nasional sejak Januari 2021. Upaya ini merupakan salah satu langkah memulihkan kesehatan masyarakat Indonesia.

Pemulihan kesehatan juga berdampak bagi pemulihan ekonomi dan kembalinya produktivitas masyarakat seperti semula.

“Protokol kesehatan (Prokes) adalah elemen yang sangat penting selama masih ada pandemi Covid-19. Prokes tetap jalan terus meskipun program vaksinasi sudah berjalan seperti saat ini,” ujar Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Pemerintah dalam kesempatan yang sama.

Reisa juga berpesan agar masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk divaksinasi, “Kalau masyarakat sudah berkesempatan untuk divaksinasi, manfaatkanlah vaksin tersebut jangan ditunda dan jangan ragu karena berita yang belum pasti kebenarannya,” imbaunya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hasbullah thabrany vaksinasi Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top