Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korut Kerahkan Senjata Anti-Pesawat ke Zona Demiliterisasi, Kenapa?

Militer Korea Utara mengerahkan senjata anti-serangan udara yang mampu menghancurkan benda-benda yang terbang.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  14:54 WIB
Seorang polisi milter Korea Selatan sedang menjaga Zona Demiliterisasi di Goseong, Korea Selatan. - Bloomberg/Jean Chung
Seorang polisi milter Korea Selatan sedang menjaga Zona Demiliterisasi di Goseong, Korea Selatan. - Bloomberg/Jean Chung

Bisnis.com, JAKARTA - Pihak militer Korea Utara dilaporkan telah mengerahkan senjata anti-pesawat di sekitar Zona Demiliterisasi (DMZ) sebagai langkah lanjutan setelah sekelompok pembelot Kore Utara di Korea Selatan mengirimkan selebaran anti-Pyongyang ke Korea Utara pada bulan April lalu.

Pada akhir bulan lalu, Fighters for a Free North Korea (FFNK) mengklaim telah mengirimkan balon-balon yang membawa sekitar 500.000 selebaran propaganda melintasi DMZ menuju ke Korea Utara.

Melansir KBS World pada Senin (17/5/2021), pihak kepolisian Korea Selatan kini sedang melakukan penyelidikan atas tindakan tersebut. Hal ini diduga melanggar UU Korea Selatan yang melarang pengiriman selebaran anti-Pyongyang ke Korea Utara.

Selama investigasi tersebut, sebagian selebaran dinyatakan telah melintas ke wilayah Korea Utara, dan pihak Korea Utara diyakini telah mengumpulkan selebaran tersebut.

Militer Korea Utara kemudian mengerahkan senjata anti-serangan udara itu mampu menghancurkan benda-benda yang terbang.

Korea Utara tampak menunjukkan tanggapan sensitif serupa terkait pencegahan penyebaran virus Covid-19. Media Korea Utara baru-baru ini menyampaikan kekhawatiran atas kemungkinan penularan wabah Covid-19 dari benda yang terbang masuk ke Korea Utara.

Adapun pihak militer Korea Selatan terus memantau perkembangan situasi yang ada dan pemerintah juga sedang berfokus menangani situasi saat ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara korea selatan pyongyang
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top