Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DK PBB Segera Bahas Lagi Situasi Palestina, RI Kirim Pesan ke 3 Negara

Menlu RI mengatakan telah mengirimkan pesan kepada Menlu Vietnam, Menlu India dan Menlu Norwegia yang merupakan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 15 Mei 2021  |  20:32 WIB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengaku telah mengirimkan kepada menlu tiga negara terkait penanganan kondisi di Palestina.

Melalui akun Twitter resminya, @Menlu_RI, Sabtu (15/5/2021), Retno mengatakan telah mengirimkan pesan kepada Menlu Vietnam, Menlu India dan Menlu Norwegia. Ketiga negara tersebut merupakan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Lembaga ini akan segera melakukan pertemuan untuk kembali membahas isu kawasan Timur Tengah, termasuk Palestina. Ini merupakan pertemuan lanjutan setelah rapat darurat sebelumnya gagal mencapai pernyataan bersama karena oposisi dari Amerika Serikat, yang merupakan sekutu utama Israel.

Dilansir Channel News Asia, Kamis (13/5/2021), menurut beberapa sumber, 14 dari 15 anggota Dewan setuju untuk mengadopsi deklarasi bersama yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan. Akan tetapi, menurut para diplomat, AS melihat pertemuan Dewan Keamanan PBB sebagai sebuah ungkapan keprihatinan yang cukup untuk kondisi itu dan tidak berpikir bahwa pernyataan bersama akan membantu meredakan situasi.

Menlu Retno pada pagi ini juga mengaku telah menghubungi Menlu Mesir Sameh Soukry. "Kami berdua sangat prihatin atas situasi di wilayah pendudukan Palestina, termasuk potensi eskalasi dan perluasan konflik," tulisnya di Twitter.

Upaya aktif Retno ini merupakan lanjutan aktivitasnya sejak kemarin. Sebelumnya, dia telah menghubungi Menlu Malaysia. "Kami berdua mengutuk serangan terhadap orang-orang Palestina di jalur Gaza, dan menyerukan agar Israel segera menghentikan agresinya di seluruh Wilayah Pendudukan Palestina," tulisnya.

Hal senada diungkapkannya sebagai hasil komunikasinya dengan Menlu Yordania Ayman Firmansyah. "Menlu Ayman dan saya memiliki pandangan yang sama bahwa pendudukan Israel harus diakhiri."

Dalam komunikasi dengan Menlu Turki kemarin, Rento mengatakan mereka mempersiapan  Pertemuan Darurat Terbuka pada Komite Eksekutif OKI. "Dan berbagi keprihatinan mendalam kami tentang serangan mengerikan Israel di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk jalur Gaza," tulisnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menegaskan kembali bahwa agresi Israel terhadap Palestina yang telah menelan ratusan korban jiwa harus dihentikan.

Melalui akun Twitter resminya, @jokowi, Sabtu (15/5/2021) pukul 15.26 WIB, Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia mengutuk keras aksi militer Israel tersebut.

"Indonesia mengutuk keras serangan Israel yang telah mengakibatkan hilangnya nyawa ratusan orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Agresi Israel harus dihentikan," demikian tulisnya di Twitter.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina israel dk pbb retno l.p. marsudi
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top