Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gempa Susulan di Nias Berlanjut, BMKG Imbau Hindari Bangunan Retak

Meski tidak berpotensi tsunami, jumlah gempa susulan yang telah terjadi di Pulau Nias mencapai 9 kali per pukul 16.20 WIB. Hal ini dinilai BMKG bisa mengakibatkan bangunan rawan roboh.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 14 Mei 2021  |  18:22 WIB
Ilustrasi gempa di Pulai Nias
Ilustrasi gempa di Pulai Nias

Bisnis.com, JAKARTA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat supaya menghindari bangunan retak menyusul potensi terjadinya gempa susulan di Nias.

“Gempa susulan ini diyakini masih akan bertambah walau tidak banyak. Kalau sudah ada yang retak kami imbau menghindar dulu. Karena tadi gempa susulan masih di magnitudo 3,3 hingga 5,3, sehingga kalau ada lagi bisa saja bangunan yang terkena guncangan sedikit saja bisa runtuh,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly dalam konferensi pers Jumat (14/5/2021) sore.

Gempa di Nias pertama kali terjadi pada pukul 13.33 WIB dengan magnitudo 7,2 yang telah dimutakhirkan menjadi magnitudo 6,7.

Meski tidak berpotensi tsunami, jumlah gempa susulan yang telah terjadi hingga 9 kali per pukul 16.20 WIB dinilai BMKG bisa mengakibatkan bangunan rawan roboh.

Walau menilai gempa susulan masih bisa terjadi, Saldy berkata masyarakat juga tidak perlu panik. 

Saat ini BMKG telah mengirimkan data peta kekuatan gempa di berbagai titik, yang bakal menjadi acuan bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan pengecekan.

“BMKG server to server telah mengirimkan seismap peta guncangan ke BNPB, dan itu akan membantu BNPB mengantisipasi lokasi mana saja yang berpotensi besar terdampak.”

Pesan untuk terus waspada, namun tetap memfilter informasi yang beredar juga disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

“Kami mengimbau masyarakat di wilayah terdampak menghindari bangunan yang sudah rusak atau retak akibat gempa. Tentu saja dengan sikap tenang, tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan,” tandasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa BMKG nias
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top