Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hasil Labfor, Polri: Bubuk Putih di Eks Markas FPI Bahan Peledak

Berdasarkan hasil identifikasi Tim Puslabfor Polri, bubuk putih dan cairan di eks markas FPI benar bahan kimia yang digunakan sebagai bahan peledak. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 April 2021  |  20:41 WIB
Personel kepolisian bersenjata berjaga saat tim Densus 88 Antiteror melakukan penggeledahan di bekas markas Front Pembela Islam (FPI), Petamburan, Jakarta, Selasa (27/4/2021). Tim Densus 88 Antiteror menggeledah tempat tersebut setelah penangkapan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman atas dugaan tidak pidana terorisme. - Antara/Aprillio Akbar
Personel kepolisian bersenjata berjaga saat tim Densus 88 Antiteror melakukan penggeledahan di bekas markas Front Pembela Islam (FPI), Petamburan, Jakarta, Selasa (27/4/2021). Tim Densus 88 Antiteror menggeledah tempat tersebut setelah penangkapan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman atas dugaan tidak pidana terorisme. - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Mabes Polri akhirnya angkat bicara terkait tudingan bahwa bubuk putih dan cairan di eks markas FPI adalah deterjen dan cairan pembersih toilet.

Kepala Bagian Penerangan Umum Div Humas Mabes Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan mengatakan bubuk putih dan cairan itu adalah TATP (Triacetone Triperoxide), yakni bahan kimia yang mudah terbakar.

Ramadhan mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi Tim Pusat Laboratorium Forensik, bubuk putih dan cairan adalah benar bahan kimia yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan peledak. 

"Kedua bahan kimia yang mudah terbakar dan rentan digunakan sebagai bahan pembuatan bom molotov, dan yang ketiga bahan kimia yg merupakan bahan baku peledak TNT," ujar Ramadhan di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat (30/4/2021).

Namun, bubuk putih dan cairan itu dimasukkan ke dalam botol cairan pembersih toilet. "Ini botol yang diisi dengan bahan. Salah satunya atau ada di antaranya pembersih toilet," kata Ramadhan. 

Sebelumnya, Perwakilan Tim Advokasi Ulama dan Aktivis, Hariadi Nasution membantah serbuk yang ditemukan di eks Kantor Sekretariat FPI di Petamburan itu merupakan TATP. Dia mengatakan serbuk putih tersebut sisa deterjen dan obat pembersih toilet.

"Kami informasikan bahwa yang ditemukan oleh pihak kepolisian adalah deterjen dan obat pembersih toilet yang dahulu bisa digunakan untuk program kerja bakti bersih-bersih tempat wudhu dan toilet masjid dan musala," kata Hariadi dalam keterangan tertulis, Rabu (28/4/2021).

Penggeledahan di eks markas FPI dilakukan setelah Munarman ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Kepolisian RI pada Selasa (27/4/2021) sore. Selain menggeledah eks Markas FPI, kepolisian juga menggeledah kediaman pribadi Munarman.

Seiring penangkapan Munarman, dari penggeledahan di Petamburan, polisi mengklaim menemukan sejumlah botol plastik berisi TATP.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri teroris densus 88 fpi

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top