Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

16 Kecelakaan Alutsista Terjadi di Era Jokowi, Ini Daftarnya

Pemerintah dinilai perlu evaluasi sistem pertahanan Indonesia, mulai dari political will, umur alutsista dan perencanaan sumber anggaran pertahanan keamanan Indonesia.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 26 April 2021  |  16:56 WIB
KRI Nanggala 402 / Antara
KRI Nanggala 402 / Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Narasi Institute mencatat terdapat 16 kecelakaan alat utama sistem pertahanan (Alusista) TNI di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), termasuk tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402.

Ke-16 kecelakaan itu terjadi dalam rentang tahun 2015 sampai 2021. Kecelakaan bervariasi mulai dari pesawat/helikopter jatuh hingga kapal tenggelam.

Berkaca dari hal ini, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat MPP menilai banyak hal yang perlu dievaluasi dari sistem pertahanan Indonesia, mulai dari political will, umur alutsista dan perencanaan sumber anggaran pertahanan keamanan Indonesia.

“Masalah peremajaan alutsista sebenarnya adalah masalah political will dan strategi prioritas dari pemerintah. Pemerintah bisa memprioritaskan anggaran kementerian tertentu di saat pandemi 2020 - 2021, juga seharusnya bisa memprioritaskan anggaran alutsista 2021 - 2022 sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pemulihan ekonomi dan ketahanan nasional” kata Hidayat dalam keterangan resmi, Senin (26/2/2021).

Dia menyebut Jokowi harus menyikapi tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402 secara serius. Dia berharap musibah sejenis tidak perlu terulang lagi kedepannya.

Adapun, berikut daftar kecelakaan alutsista di masa pemerintahan Jokowi:

- KRI Naggala-402 April 2021 tenggelam di laut Bali
- KRI Teluk Jakarta-541 Juli 2020 Karam di perairan Masalembu, Jawa Timur
- Pesawat HAWK 209 TNI AU Juni 2020 jatuh di dekat Kampar, Riau
- Helikopter MI-17 TNI AD Juni 2020 jatuh saat latihan di Kendal, Jawa Tengah
- Helikopter MI-17 milik TNI Juni 2019 jatuh di kawasan Oksibil, Papua
- KRI Pulau Rencong-622 Sept 2018 terbakar dan tenggelam di perairan Sorong
- Tank M113 TNI AD Maret 2018 terperosok ke Sungai di Purworejo, Jateng
- Peluru nyasar akibat meriam Giant Bow milik TNI AD Mei 2017 -
- Hercules Bell C-130 TNI AU Des 2016 jatuh di Jayawijaya, Papua
- Pesawat Skytruck Polri Des 2016 Rute Pangkalpinang-Batam jatuh di Dabo
- Helikopter Bell 412 EP Nov 2016 Bawa logistik jatuh di pegununang Malinau
- Helikopter Bell 205 A-1 Juli 2016 jatuh di Yogyakarta
- Helikopter Bell 412 EP Maret 2016 jatuh saat operasi penangkapan teroris di Poso
- Pesawat Super Tucano TNI AU Feb 2016 Pesawat latih jatuh di pemukiman di Malang
- Pesawat Hercules C- Juni 2015 Dari Medan menuju Kepulauan Natuna jatuh
- Pesawat TNI AU Maret 2015 jatuh saat latihan aerobatik di Langkawi, Malaysia

Sebelumnya, Panglima TNI Hadi Tjahjanto memastikan kapal selam KRI Nanggala-402 tenggelam di perairan Bali dan 53 awak kapal selam tersebut gugur.

"Kemarin sudah kita temukan barang-barang yg diyakini milik KRI Nanggala. Hari ini minggu [25/4/21], berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala 402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," ujar Hadi pada konferensi pers, Minggu (25/4/2021).

Hadi mewakili TNI turut menyampaikan duka mendalam usai menyatakan bahwa 53 personil KRI Nanggala 402 telah gugur. 

"Prajurit-prajurit terbaik Hiu Kencana telah gugur saat melaksanakan tugas di Perairan Utara Bali. Atas nama TNI saya sampaikan duka cita kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur," ujarnya.

Adapun, KRI Nanggala-402 dinyatakan putus kontak sejak Rabu (21/4/2021) kemungkinan tenggelam di perairan dekat Celukan Bawang, desa yang berada di wilayah utara Bali.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi alutsista pertahanan KRI Nanggala 402
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top