Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Heboh di Twitter, Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah Indonesia

Cuitan soal hilangnya nama pendiri NU itu menempati peringkat ketiga trending topik saat dilihat Bisnis.com, Selasa (20/4/2021) siang sekitar pukul 14.58 WIB.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 20 April 2021  |  15:17 WIB
Nahdlatul Ulama - nu.or.id
Nahdlatul Ulama - nu.or.id

Bisnis.com, JAKARTA - Lini masa Twitter hari ini diramaikan berita tentang hilangnya nama pendiri NU dalam buku Kamus Sejarah Indonesia.

Cuitan soal hilangnya nama pendiri NU itu menempati peringkat ketiga trending topik saat dilihat Bisnis.com, Selasa (20/4/2021) siang sekitar pukul 14.58 WIB.

Hal itu memancing netizen berkomentar, termasuk mencurigai adanya upaya tertentu yang tidak baik.

Sementara itu, website NUOnline dengan alamat nu.or.id menulis hal itu dengan judul Pendiri NU Hilang, Kamus Sejarah Kemendikbud Diminta untuk Direvisi dan Ditarik dari Peredaran  

 

"Nama Hadhratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Pendiri Nahdlatul Ulama, tidak termaktub dalam buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)," ujar NUOnline edisi 20 April 2021.

Disebutkan bahwa buku yang terbit dalam salinan lunak atau soft copy tersebut sudah menyebar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum NU Circle (Masyarakat Profesional Santri) R. Gatot Prio Utomo melayangkan protes kepada Kemendikbud. Ia mengaku tersinggung dan kecewa atas penerbitan buku itu.

“Kami tersinggung dan kecewa atas terbitnya Kamus Sejarah Indonesia ini. Kamus itu memuat foto Hadhratussyekh KH Hasyim Asy’ari tetapi tidak ada “entry” nama beliau sehingga berpretensi menghilangkan nama dan rekam jejak sejarah ketokohanya. Kami meminta kamus itu direvisi dan ditarik dari peredaran,” ujarnya seperti dikutip NUOnline dari NU Circle,  Senin (19/4/2021).

Gatot menjelaskan bahwa kekecewaan itu beralasan karena pada 7 Ramadhan, atau bertepatan Senin (19/4), warga NU sedang memperingati hari wafatnya Hadhratussyekh KH Hasyim Asy’ari.

Sebagaimana diketahui, kakek Gus Dur itu wafat 76 tahun lalu secara kalender Hijriah. 

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menegaskan bahwa buku dimaksud tidak pernah diterbitkan secara resmi.

“Buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I tidak pernah diterbitkan secara resmi,” kata Hilmar melalui siaran pers tertulis pada Senin (19/4).

NUOnline menyebutkan bahwa Kamus Sejarah Indonesia terdiri atas dua jilid. Jilid I Nation Formation (1900-1950) dan Jilid II Nation Building (1951-1998).

Pada sampul Jilid I terpampang foto Hadhratussyekh Hasyim Asy’ari. Namun secara alfabetis, pendiri NU itu justru tidak ditulis nama dan perannya dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

NUOnline menyoroti bahwa dalam kamus tersebut nama Gubernur Belanda HJ Van Mook justru dimasukkan.

"Diceritakan Van Mook lahir di Semarang 30 Mei 1894 dan meninggal di L’llla de Sorga, Perancis 10 Mei 1965. Tentara dan intelijen Jepang Harada Kumaichi juga dimasukkan dalam kamus. Tokoh lain yang justru ditemukan adalah tokoh komunis pertama di Asia Henk Sneevliet," tulis NUOnline.

Terkait kehebohan yang terjadi, pihak Kemendikbud sore ini berencana menggelar penjelasan kepada pers.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Prof. Susanto Zuhri, dan Alissa Wahid dijadwalkan menyampaikan klarifikasi terkait Buku Kamus Sejarah Jilid I yang belum diterbitkan tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sejarah indonesia nahdlatul ulama gus dur Hasyim Asy'ari

Sumber : twitter/NUOnline/Kemendikbud

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top