Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gubernur NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Hingga 5 Mei

Penetapan status tanggap darurat diharapkan mampu mempercepat penanganan bencana di wilayah NTT.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 08 April 2021  |  20:57 WIB
Sejumlah warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mencari para korban banjir bandang yang masih belum ditemukan, Minggu (4/4/2021). - Antara
Sejumlah warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mencari para korban banjir bandang yang masih belum ditemukan, Minggu (4/4/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menetapkan status tanggap darurat terhitung mulai tgl 6 April sampai 5 Mei 2021.

Status keadaan tanggap darurat bencana angin siklon tropis, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang di Provinsi NTT itu ditetapkan melalui surat keputusan No. 118/KEP/HK/2021 tertanggal 6 April 2021.

Penetapan keputusan ini diambil berdasarkan dampak dari siklon tropis seroja di Kota Kupang dan 21 Kabupaten dalam wilayah NTT sejak 2 April sampai dengan 5 April 2021. Penetapan tanggap darurat ini diharapkan mampu mempercepat penanganan bencana di wilayah NTT.

Berdasarkan laman resmi BNPB, total korban jiwa di sejumlah kabupaten dan kota terdampak berjumlah 138 jiwa. Perincian korban meninggal dunia tersebut, yaitu Kabupaten Flores Timur 67 jiwa, Lembata 32, Alor 25, Kupang 5, Malaka 4, Sabu 2, Ngada 1, Ende 1 dan Kota Kupang 1 orang.

Adapun, korban yang masih dalam pencarian atau hilang, total dari laporan pertemuan koordinasi berjumlah 61 jiwa. Korban tersebar di Kabupaten Lembata 35, Alor 20 dan Flores Timur 6 orang.

"Sementara itu, kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit dengan rincian rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 dan rusak ringan 154," kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Kamis (8/4/2021).

Di sisi lain, upaya penanganan darurat seperti pencarian dan evakuasi korban, pelayanan warga dipengungsian, pendistribusian bantuan, pendataan maupun pembukaan akses yang terisolisasi masih dilakukan. 

Sejumlah helikopter juga sudah dikerahkan ke lokasi terdampak. BNPB mengerahkan total 6 helikopter untuk membantu penanganan pascabencana tersebut.

Operasi udara ini didukung oleh Satuan Tugas TNI AU yang juga memfasilitasi pengiriman bantuan dari pihak donatur maupun relawan medis ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat.

"Dengan menjaga sinergitas ini, diharapkan penanganan bencana banjir bandang, tanah longsor dan gelombang pasang bisa dilakukan dengan baik dan tepat," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb ntt bencana alam banjir bandang
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top