Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BMKG: Siklon Tropis Seroja di NTT Berhubungan dengan Pemanasan Global

Badai sikon yang terjadi di Indonesia tidak masuk ke daratan. Namun badai Seroja malah masuk ke daratan dalam kekuatan pusaran yang cukup tinggi.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 06 April 2021  |  15:13 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena Siklon Tropis Seroja merupakan suatu yang langka. Bahkan peristiwa di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Barat ini pertama kali terjadi di Indonesia.

Kepala BMKG Dwikorita mengatakan bahwa pada umumnya badai sikon yang terjadi di Indonesia tidak masuk ke daratan. Namun badai Seroja malah masuk ke daratan dalam kekuatan pusaran yang cukup tinggi.

“Padahal pada umumnya, siklon yang terjadi di Indonesia itu tidak masuk ke daratan. Ini sudah masuk keliahatan, itu kekuatannya yang tertinggi. Itu sudah masuk sudah sampai ke Kupang,” katanya melalui saluran Youtube Setpres, Selasa (6/4/2021).

Sebelum mengalami Siklon Seroja di NTT, BMKG pernah mencatat adanya badai terkuat yakni Siklon Cempaka. Namun badai ini hanya terjadi di perairan sehingga tidak berdampak pada daratan. Hanya bagian kecil yang sempat masuk ke daratan.

“Begitu masuk ke darat, kalau sebelumnya [Siklon Cempaka] langsyng pecah dan terurai. Tetapi yang saat ini [Siklon Seroja] mulai berkembang saja sudah kena pulau. Dan itulah yang membuat lebih dasyat. Bayangkan [kecepatan] pusarannya 85 km per jam,” terangnya.

“Nah jadi sebelah kiri Seroja, saat terbentuk sudah masuk di Kupang. Dan merahnya yang kuat, yang pusaran tinggi kecepatannya berada di darat. Ini yang baru pertama kali terjadi di Indonesia.”

BMKG mencatat fenomena badai siklon tropis terjadi sekitar 2 hingga 4 tahun sekali. Seperti pada 2008, 2010 dan 2014. Akan tetapi sejak 2017, badai siklon tropis terjadi setahun sekali, bahkan bisa setahun dua kali.

“Dan Seroja ini, baru yang pertama kali benar-benar dasyat karena masuk sampai ke daratan. Ini tidak lazim,” lanjut Dwikora.

Menurutnya, fenomena ini berlangsung akibat semakin panasnya suku muka air laut. Kata dia ada korelasi dengan peningkatan suhu muka air laut yang dipengaruhi oleh pemanasan global atau global warming.

Perubahan iklim ini lanjutnya perlu dimitigasi. Pasalnya kondisi siklon akan menjadi peristiwa rutin tahunan. “Ini yang harus kita antisipasi bersama,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMKG siklon tropis bmkg
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top