Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Marzuki Alie: Jangan Kaitkan Kasus Demokrat dengan Pemerintah

Marzuki Alie menyayangkan adanya pihak yang menyatakan kasus Partai Demokrat sebagai bentuk brutalitas negara atau brutalitas demokrasi di era Presiden Jokowi.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 15 Maret 2021  |  06:47 WIB
Marzuki Alie: Jangan Kaitkan Kasus Demokrat dengan Pemerintah
Marzuki Alie. - JIBI/Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatra Utara Marzuki Alie meminta agar persoalan internal Partai Demokrat tidak dikait-kaitkan dengan pemerintah.

"Saya ingin menyampaikan sekali lagi jangan mengaitkan atau menuduh pemerintah, sangat tidak etis," kata Marzuki Alie seperti dikutip dari Youtube Refly Harun, Senin (15/3/2021).

Dia juga menyayangkan adanya pihak yang menyatakan bahwa kasus Partai Demokrat ini merupakan brutalitas negara atau brutalitas demokrasi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ada yang bilang brutalitas negara, tapi tolong dipahami dulu permasalahan yang ada di kita. Kalau Anda itu sebagai pembela demokrasi, apakah yang anda lakukan sudah benar? manakala orang yang anda dukung itu adalah orang yang menindas hadirnya nilai-nilai demokrasi, atau orang yang menindas kader-kadernya dan tidak menghargai hak asasi manusia," ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Bambang Widjojanto selaku kuasa hukum DPP Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut tindakan yang dilakukan Partai Demokrat kubu KLB Deli Serdang merupakan bentuk brutalitas demokrasi pada era kepemimpinan Presiden Jokowi.

Menanggapi hal tersebut, Marzuki berpesan kepada Bambang Widjojanto atau yang akrab disapa BW ini agar tidak melontarkan tuduhan dengan berbagai diksi yang tidak baik.

"Kalau anda pekerja hukum silakan. Kalau anda penegak hukum harusnya melihat dua sisi, dan kalau Anda pembela demokrasi seharusnya melihat siapa yang ditindas dan tirani," ujarnya.

Lebih lanjut, Marzuki menyatakan bahwa dirinya bukanlah pengkhianat partai. Menurutnya, langkah yang dilakukannya semata-mata hanya untuk mengembalikan Partai Demokrat seperti harapan para pendiri yaitu sebagai partai terbuka yang memberikan peluang kepada semua kader agar bisa berkarier di Partai Demokrat.

"Jangan membuat diksi-diksi seolah-olah kami ini sebagai pengkhianat. Kami ini orang yang disaikiti dan dizalimi bahwa kami harus berbuat sesuatu untuk mengembalikan partai ini menjadi partai sebagaimana niat atau komitmen orang-orang yang mendirikan partai ini pada awal-awal dulu," ucap Marzuki.

Dia juga berharap agar Partai Demokrat tidak menghadirkan oligarki politik di masa-masa yang akan datang. Menurutnya, kehadiran Partai Demokrat seharusnya mengubah konsep pemerintahan dengan menerapkan demokrasi secara baik.

"Bangunlah partai ini demokrasinya secara baik, sehingga sudah terlatih demokrasi di internal partai. Kalau di lingkungan partai sudah baik, inshaallah di lingkungan negara pun kita mampu menerapkan demokrasi dengan baik," ujarnya.

Mantan Ketua DPR RI ini juga mengatakan bahwa apabila partai sudah melakukan tindakan-tindakan sangat tidak etis dan demokratis, maka nanti di tingkat negara akan pasti akan melakukan hal yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai demokrat marzuki alie moeldoko agus harimurti
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top