Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal KLB Demokrat, Andi Arief: Jangan Salahkan Jika SBY Demo di Istana

Andi Arief mengatakan jika pemerintah tidak segera bertindak, maka bukan tidak mungkin jika Presiden ke-6 RI SBY melakukan demo ke istana.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  14:06 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan arahan kepada para pemimpin dan kader Partai Demokrat, Rabu, 24 Februari 2021 / Youtube Partai Demokrat
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan arahan kepada para pemimpin dan kader Partai Demokrat, Rabu, 24 Februari 2021 / Youtube Partai Demokrat

Bisnis.com, JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Andi Arief mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilai melakukan pembiaran terhadap diselenggarakannya kongres luar biasa (KLB) yang diduga dilakukan untuk menggulingkan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Andi Arief juga menyatakan KLB yang digelar oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat itu ilegal, karena tidak memiliki izin dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia juga mengatakan jika pemerintah tidak segera bertindak, maka bukan tidak mungkin jika Presiden ke-6 RI SBY melakukan demo ke istana.

"Pemerintah lakukan pembiaran jika KLB ilegal terjadi. Pak Jokowi harusnya bisa bertindak, terlalu lembek bela demokrasi. Soal etika hargai mantan Presiden (SBY) yang lakukan kebenaran juga beku hatinya. Jangan salahkan jika mantan Presiden demonstrasi di Istana dengan standar prokes," kata Andi melalui akun Twitter @AndiArief_ID, Jumat (5/3/2021).

Andi mengungkapkan bahwa Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko bakal turut menghadiri KLB tersebut. Ratusan kader Demokrat, imbuhnya, akan ke Bandara Kualanamu untuk menyambut Moeldoko dan memintanya kembali ke Jakarta.

"Ratusan kader demokrat akan ke Bandara Kualanamu sambut Pak Moeldoko dan meminta dia pulang ke Jakarta. 3 kemungkinan , pertama batal berangkat karena ketahuan. Kedua on schedule. Ketiga mengubah jam penerbangan. Kami sudah berupaya keras menghalangi langkah para kader ini," ujarnya.

Sebelumnya, dia juga menyinggung sikap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang hanya diam saja dengan upaya kudeta yang dilakukan Moeldoko.

"Prof @mohmahfudmd diam terhadap kudeta pak Moeldoko dan segelintir mantan kader. Syarat KLB harus ada izin ketua majelis tinggi pak SBY. Puluhan kader malam ini menginap di kediaman SBY menjaga beliau dan Ketum AHY, takut keselamatannya terancam. Pak Moeldoko gunakan jurus nekad," cuitnya, Kamis (4/3/2021).

Sebelumnya, melalui keterangan video Andi Arief mengabarkan bahwa akun Twitternya @Andiarief_ telah diretas dan dikuasai oleh pihak lain. Dia pun akhirnya menggunakan akun baru yaitu @AndiArief_ID.

"Saya ingin mengabarkan bahwa setengah jam yang lalu, Twitter saya di-hack diambil orang. Sekarang sudah pindah tangan," ujarnya.

Dia mengatakan cuitannya dalam tiga hingga empat hari belakangan juga hilang. Adapun, cuitan-cuitan itu menyangkut KLB yang digelar oleh segelintir pihak.

"Saya menduga ini dilakukan oleh Kakak Pembina. Saya protes kepada pihak Twitter Indonesia untuk segera mengembalikan [akun] kepada saya, karena ini pasti ada kerja sama antara Twitter Indonesia dengan Kakak Pembina," ungkapnya.

Melalui akun Twitternya, @Andiarief_, Kamis (4/3/2021), Ketua Bappilu Partai Demokrat itu mengaku mendapatkan informasi dari timnya bahwa Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan sejumlah kader partai tersebut bakal melakukan kudeta.

"Temuan tim kami terjadi di Hotel The Hill di Sibolangit Kab Deli Serdang," demikian unggahnya di akun Twitternya pada Kamis (4/3/2021) siang hari.

Andi Arief juga mengunggah sebuah daftar tamu dari luar kota untuk agenda tersebut. Sejumlah nama yang termuat antara lain Kepala KSP Moeldoko, Nazaruddin, Marzuki Alie dan Max Sopacua.

"Setelah Kami Cek meminta siapa yang datang tamu-tamu dari luar kota maka ditemukan sejumlah nama-nama seperti Jhoni Allen, Nazarudin, Marzuki Ali, Moeldoko, Darmizal, Ahmad Yahya, Max Sopacua dan lain-lainnya," demikian tulis Andi Arief di Twitter.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi sby partai demokrat
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top