Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korupsi Asabri, Penyidik Periksa eks Bos Maybank Asset Management dan 4 Saksi Lainnya

Penyidik Kejaksaan terus mengumpulkan alat bukti dari pihak sekuritas dan manajer investasi untuk mengungkap korupsi di PT Asabri.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  19:44 WIB
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak (kiri) bersama Dir Tipikor Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djoko Poerwanto (kanan) berbincang saat memberikan keterangan pers usai menggelar gelar perkara penanganan kasus dugaan korupsi pada PT Asabri (Persero) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (30/12/2020). - Antara\r\n\r\n
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak (kiri) bersama Dir Tipikor Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djoko Poerwanto (kanan) berbincang saat memberikan keterangan pers usai menggelar gelar perkara penanganan kasus dugaan korupsi pada PT Asabri (Persero) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (30/12/2020). - Antara\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA -- Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa bos manajer investasi dan sekuritas dalam perkara korupsi dana investasi milik PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri)

Kelima bos sekuritas yang diperiksa sebagai saksi antara lain AWK selaku Direktur Indo Premier Securities, DRT eks Presiden Direktur Maybank Asset Management, AK selaku Direktur Erdikha Elit Sekuritas, BS selaku Direktur Danareksa Sekuritas, dan JHT selaku Direktur Ciptadana Securities.

"Mereka diperiksa sebagai saksi perkara pidana korupsi di PT Asabri," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Senin (22/2/2021).

Selain lima pejabat sekuritas tersebut, Leonard memaparkan penyidik juga memeriksa Direktur PT Harvest Time dan Direktur PT Blessindo Terang Jaya berinisial HS.

"Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. Asabri," jelasnya.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memeriksa tersangka mantan Direktur Utama (Dirut) PT Asabri Mayor Jenderal (Purn) Adam Rachmat Damiri.

Kuasa Hukum tersangka Adam Rachmat Damiri, Tonin Tachta Singarimbun mengatakan kliennya sudah diperiksa tim penyidik Kejagung sejak pukul 11.00 WIB pada hari ini Senin 22 Februari 2021 dan hingga siang ini 14.00 WIB, pemeriksaan masih belum rampung.

"Benar, diperiksa hari ini dan didampingi oleh PH (penasihat hukum) dari Direktorat Hukum TNI AD," tuturnya.

Seperti diketahui, Adam Rachmat Damiri adalah salah satu dari sembilan orang tersangka perkara tindak pidana korupsi PT Asabri.

Dari sembilan orang tersangka kasus korupsi PT Asabri tersebut, hanya satu tersangka yang telah dijerat pasal pencucian uang yaitu Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Sembilan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode tahun 2011 - Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri, Dirut PT Asabri periode Maret 2016 - Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja, Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi, Direktur PT Asabri periode 2013 - 2014 dan 2015 - 2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 - Januari 2017 Ilham W Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Kemudian, Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Baik Benny maupun Heru merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Kasus ini diduga merugikan keuangan negara sebesar 23,73 triliun. Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi maybank asabri kejagung
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top