Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kondisi Masih Rawan, Jerman Berencana Perpanjang Masa Karantina Wilayah

Angka infeksi harian di Jerman telah menurun sehingga sejumlah pemimpin wilayah mendorong adanya jadwal untuk melonggarkan aturan karantina wilayah atau lockdown, namun muncul perhatian mengenai dampak dari varian virus baru terhadap jumlah kasus.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Februari 2021  |  18:39 WIB
Ilustrasi: Bendera Jerman terpasang di sebuah rumah di Dortmund,  19 Juni  2012. - Reuters
Ilustrasi: Bendera Jerman terpasang di sebuah rumah di Dortmund, 19 Juni 2012. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Jerman berencana memperpanjang pembatasan demi mencegah penyebaran Covid-19 hingga 14 Maret, menurut data yang ditunjukkan dalam rancangan kesepakatan untuk pertemuan antara Kanselir Angela Merkel dengan pemimpin 16 negara bagian pada Rabu (10/2/2021).

Angka infeksi harian di Jerman telah menurun sehingga sejumlah pemimpin wilayah mendorong adanya jadwal untuk melonggarkan aturan karantina wilayah atau lockdown, namun muncul perhatian mengenai dampak dari varian virus baru terhadap jumlah kasus.

"Kita mengalami situasi yang sangat rawan. Kita dapat melihat di negara-negara lain, seperti Portugal, sebegitu cepat gelombangnya kembali," kata Winfried Kretschmann, Pemimpin Negara Bagian Baden-Wuerttemberg.

Dalam rancangan dokumen untuk diskusi pemerintah, yang akan dimulai pada Rabu siang waktu setempat, disebutkan bahwa salon rambut dapat buka dengan syarat yang ketat mulai 1 Maret. Namun rancangan tersebut masih dapat berubah.

Merkel telah menyatakan bahwa sekolah dasar dan taman kanak-kanak akan menjadi prioritas dalam pelonggaran aturan apapun. Rancangan kesepakatan itu menyebut bahwa masing-masing negara bagian dapat membuta keputusan sendiri mengenai mekanisme pembukaan kembali sekolah.

"Jika angka infeksi terus menurun secara akurat, maka prioritas tertinggi sudah jelas terdapat pada anak-anak," kata Kretschmann.

Merkel sebelumnya juga telah jelas menyatakan bahwa ia menginginkan rasio 50 kasus per 100.000 orang sebagai tolok ukur untuk mencabut aturan pembatasan. Saat ini, angkanya tercatat sebesar 68, menurut data yang dirilis Robert Koch Institute, Rabu.

Pada 10 Februari, jumlah kasus harian yang dilaporkan sebanyak 8.072 kasus disertai 813 kematian. Total kasus di negara itu saat ini tercatat lebih dari 2,3 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top