Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alasan Vonis Pinangki 10 Tahun, Hakim: Tuntutan Jaksa Terlalu Rendah

Hakim menyatakan tuntutan jaksa terhadap Jaksa Pinangki terlalu rendah. Padahal kejahatan yang dilakukan oleh Pinangki telah mencoreng aparat penegak hukum dan lembaga peradilan.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  19:12 WIB
Jaksa Pinangki Sirna Malasari (tengah). - Istimewa
Jaksa Pinangki Sirna Malasari (tengah). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 10 tahun penjaran dan denda Rp600 juta subsider kurungan 6 bulan terhadap Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Putusan vonis hakim lebih tinggi dibandingkan tuntutan jaksa yang hanya menuntut hukuman 4 tahun penjara. Tuntutan itu menjadi pertimbangan hakim saat memvonis Pinangki karena dinilai terlalu rendah.

"Tuntutan yang dimohonkan penuntut umum terlalu rendah. Sedangkan, pidana yang dijatuhkan terhadap diri terdakwa dalam amar putusan dipandang layak dan adil serta sesuai dengan kesalahan terdakwa," kata Hakim Ignasius Eko Purwanto dalam membacakan putusan, Senin (8/2/2021).

Selain itu, untuk hal memberatkan hakim menilai Pinangki adalah seorang Aparat Penegak Hukum dengan jabatan sebagai jaksa. Pinangki juga dinilai membantu Djoko Tjandra menghindari pelaksanaan putusan peninjauan kembali terkait perkara cessie bank bali yang saat itu belum dijalani.

Hakim menyebut Pinangki menyangkal dan menutupi keterlibatan pihak-pihak lain yang terlibat dalam perkara ini. Menurut hakim perbuatan Pinangki tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

"Terdakwa berbelit-belit dan tidak mengakui kesalahannya," kata hakim.

Sementara itu untuk hal yang meringankan, Pinangki dinilai bersikap sopan dalam persidangan, belum pernah dihukum, dan merupakan tulang punggung keluarga.

"Terdakwa merupakan tulang punggung keluarga dan punya anak berusia 4 tahun," kata hakim.

Adapun, hakim menyatakan Pinangki terbukti melanggar melanggar Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Pinangki juga terbukti melanggar pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor. Selain itu, Pinangki terbukti melanggar pasal pencucian uang, yaitu Pasal 3 UU nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan TPPU.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tipikor Jaksa Pinangki
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top