Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PBNU Diminta Tegas ke Abu Janda, KH As’ad Said Ali: Jangan Dibiarkan

Ketua Dewan Penasihat PP GP Ansor ini pun sempat mempertanyakan ihwal Abu Janda kepada pimpinan Ansor.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 30 Januari 2021  |  19:47 WIB
Permadi Arya alias Abu Janda - Twitter
Permadi Arya alias Abu Janda - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA - KH As’ad Said Ali, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2010-2015, angkat bicara soal Permadi Arya alias Abu Janda. Pasalnya, Abu Janda disebut kerap mengenakan atribut NU, kendati seringkali membuat gaduh di media sosial.

“Sebagai warga Nahdliyin, saya menyarankan sudah saatnya PBNU secara resmi bersikap tegas terhadap Abu Janda. Dia memanfaatkan nama besar NU untuk kepentingan pribadi, jangan dibiarkan karena akan merusak keutuhan NU,” kata Kiai As’ad, Sabtu (30/1/2021).

Ketua Dewan Penasihat PP GP Ansor ini pun sempat mempertanyakan ihwal Abu Janda kepada pimpinan Ansor. KH As’ad Said Ali menanyakan hal itu lantaran menurutnya Abu Janda selalu bicara ngawur tentang NU di televisi.  “Kesimpulan saya dia penyusup ke dalam Ansor atau NU, sehingga perlu ditelusuri kenapa bisa ikut pendidikan kader Ansor atau Banser,” tegas Kiai As’ad.

Setelah dicek, jelas dia, ternyata tidak ada satu pun rekomendasi dari cabang atau wilayah Banser, sesuai dengan persyaratan untuk diterima sebagai peserta kaderisasi Ansor. Menurut Kiai As’ad, Abu Janda diterima atas rekomendasi seorang tokoh NU.

“Saya kira dengan pertimbangan prasangka baik dan tidak mengecek latar belakang siapa sebenarnya Abu Janda,” lanjutnya.

Kiai As’ad juga menyatakan bahwa pimpinan Banser telah menegur Abu Janda agar tidak bicara lagi tentang NU atas nama Ansor. Selain itu, dia meminta agar media-media mainstream diinfokan terkait hal tersebut.

“Persoalannya, dia [Abu Janda] sudah terlanjur pernah memakai seragam Banser di media dan publik menyangka dia bagian dari NU. Padahal fikrah dan akhlaknya bukan pengikut Aswaja [Ahlussunnah wal Jamaah],” tegas Kiai As’ad.

Kerusakan provokasi yang ditimbulkan akibat ulah Abu Janda di lingkungan NU selama ini cukup besar. Beberapa pondok pesantren, merasa terusik. Bahkan ada yang menjauhi struktur NU. Sebab hal-hal yang selalu disampaikan Abu Anda bertolak belakang dengan fikrah An-Nahdliyah.

“Saya mensinyalir ada Abu Janda-Abu Janda lain yang berpura pura membela NU melalui media sosial tetapi sesungguhnya musang berbulu domba,” terang Kiai As’ad. 

Sebelumnya, Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan PP GP Ansor Luqman Hakim telah menegaskan bahwa Abu Janda bukan pengurus Ansor. Meskipun demikian, status Abu Janda adalah anggota Banser karena telah mengikuti Diklatsar di Magelang, Jawa Tengah, beberapa tahun lalu.

“Sebelum menjadi anggota Banser, Abu Janda sudah aktif di media sosial. Namun, aktivitasnya di media sosial bersifat personal, bukan mewakili sikap resmi organisasi,” tegas Luqman. 

Seperti diketahui, Abu Janda dalam sepekan terakhir ramai diperbincangkan lantaran mencuit ungkapan Islam adalah agama arogan dan pernyataan bernada rasisme yang ditujukan kepada Natalius Pigai.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rasisme pbnu Banser - Ansor
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top