Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wali Kota Bogor Akui Ada Kendala dalam Proses Vakinasi Covid-19

Kendala ini terutama ada pada pemberian notifikasi sms untuk calon penerima vaksin
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  16:13 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya dalam dalam talkshow Kesiapan Rumah Sakit Darurat Daerah yang diselenggarakan oleh BNPB secara virtual, Senin (25/1/2021). - YouTube BNPB
Wali Kota Bogor Bima Arya dalam dalam talkshow Kesiapan Rumah Sakit Darurat Daerah yang diselenggarakan oleh BNPB secara virtual, Senin (25/1/2021). - YouTube BNPB

Bisnis.com, JAKARTA – Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan ada kendala teknis yang menghambat proses vaksinasi Covid-19 tahap pertama di wilayahnya.

Bima mengatakan kendala ini terutama ada pada pemberian notifikasi sms untuk calon penerima vaksin. Ia menduga kendala ini terkait dengan faktor sistem dan teknologi informasi.

“Nah ini agak terhambat. Ini banyak target yang sudah masuk, tetapi karena tidak dapat notifikasi kemudian belum bisa dilaksanan [vaksinasi],” Bima dalam talkshow Kesiapan Rumah Sakit Darurat Daerah yang diselenggarakan oleh BNPB secara virtual, Senin (25/1/2021).

Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan mengenai masalah ini. Adapun saat ini, vaksinasi tahap pertama di Kota Bogor difokuskan kepada tenaga kesehatan (nakes).

“Setelah itu baru yang lain-lain. Tahap kedua Insyaallah minggu depan,” ujarnya.

Adapun jumlah penerima vaksin tahap pertama di Bogor mencapai 9.150 tenaga kesehatan dari total sekitar 650.00 orang usia produktif yang menjadi calon penerima vaksin. Dari jumlah nakes tersebut, ssebanyak 2.000 telah mendapatkan vaksinasi.

Terkait kesiapan tenaga kesehatan dan medis di Bogor, Bima Arya mengatakan telah menyiapkan dua langkah utama. Yang pertama adalah melakukan rekrutmen tenaga kesehatan agan beban kerja dapat berkurang.

“Kalau mereka [nakes] dipaksakan ya akhirnya mereka bisa terpapar karena kondisinya drop. Jadi ditambah rekrutmen kemudian diatur jam kerjanya supaya tidak terkesan ‘dieksploitasi’,” ungkapnya.

Sementara itu, aspek kedua adalah memberikan prioritas kepada para nakes untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top