Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suap Sekretaris MA, Pengusaha Hiendra Soenjoto Disidang Hari Ini

Tim jaksa penuntut umum (JPU) KPK telah melimpahkan berkas perkara Terdakwa Hiendra Soenjoto ke PN Tipikor pada Kamis (7/1/2021).
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  10:14 WIB
Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp46 miliar Rezky Herbiyono bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (17/9/2020). Rezky yang merupakan menantu dari mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp46 miliar Rezky Herbiyono bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (17/9/2020). Rezky yang merupakan menantu dari mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) akan menggelar sidang dakwaan terhadap penyuap eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Hiendra Soenjoto.

"Jadwal besok [hari ini] Hiendra Soenjoto pembacaan dakwaan," tulis keterangan resmi PN Tipikor, Jumat (22/1/2021).

Adapun tim jaksa penuntut umum (JPU) KPK telah melimpahkan berkas perkara Terdakwa Hiendra Soenjoto ke PN Tipikor pada Kamis (7/1/2021). 

"Wewenang penahanan sepenuhnya telah beralih menjadi kewenangan PN Tipikor," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. 

Jaksa KPK, kata Ali, selanjutnya menunggu penetapan penunjukan majelis hakim dan penetapan jadwal persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan. 

Adapun dakwaan yang dikenakan kepada Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) ini adalah Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun.

Sedangkan dakwaan kedua adalah Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimal 3 tahun.

Seperti diketahui Hiendra Soenjoto diduga memberikan gratifikasi dan suap kepada eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono  bersama Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HSO) pada 16 Desember 2019.  

Kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada 2011-2016. Ketiganya kemudian dimasukkan dalam status DPO sejak Februari 2020. Untuk tersangka Hiendra saat ini masih menjadi buronan.

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait dengan pengurusan sejumlah perkara di MA, sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Penerimaan suap tersebut diduga terkait dengan pengurusan perkara perdata PT MIT vs PT KBN (Persero) kurang lebih sebesar Rp14 miliar, perkara perdata sengketa saham di PT MIT kurang lebih sebesar Rp33,1 miliar, dan gratifikasi terkait dengan perkara di pengadilan kurang lebih Rp12,9 miliar sehingga akumulasi yang diduga diterima kurang lebih sebesar Rp46 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK tipikor mahkamah agung
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top