Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Belajar Tatap Muka: Mataram Perpanjang Program Belajar dari Rumah

Sudah banyak orang tua yang meminta agar sekolah dibuka, namun masih ada juga orang tua yang kontra karena khawatir terhadap penyebaran dan penularan Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Januari 2021  |  16:27 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, MATARAM - Terkait pandemi Covid-19, Kota Mataram memilih untuk tetap menerapkan program belajar dari rumah, bukan tatap muka di sekolah.

Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menjadikan program belajar dari rumah sebagai alternatif kegiatan belajar selama pandemi Covid-19.

BDR baik melalui sistem dalam jaringan (daring) atau online maupun luar jaringan (luring) dipilih karena kondisi terkait pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Perpanjangan BDR pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 karena proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka di kelas masih belum mungkin dilaksanakan.

"Kita memang sudah menjadwalkan, PBM tatap muka dimulai pada 5 Januari 2021, setelah masuk libur semester ganjil. Tapi, ternyata perkembangan COVID-19 kembali menunjukan tren peningkatan sehingga simulasi PBM pun ditunda," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H. Lalu Fatwir Uzali di Mataram, Minggu (3/1/2021).

Dari data Tim Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kota Mataram pada Minggu (3/1-2021) pukul 12.00 Wita, tercatat jumlah kasus Covid-19 sebanyak 1.437 orang, dalam perawataan 85 orang, sembuh 1.256 orang dan 96 orang meninggal dunia.

Karena itulah, lanjutnya, kegiatan belajar dari rumah tetap berjalan dengan dua sistem yaitu sistem daring atau online dan luring bagi siswa yang tidak memiliki fasilitas android dan jaringan internet.

"Untuk sistem pembelajaran luring digunakan dua opsi yakni, guru yang mendatangi siswa atau orang tua yang datang ke sekolah mengambil materi pembelajaran," katanya.

Fatwir mengakui, saat ini sudah banyak orang tua yang meminta agar sekolah dibuka, namun masih ada juga orang tua yang kontra karena khawatir terhadap penyebaran dan penularan Covid-19.

Membuka sekolah berarti harus berani dalam menghadapi segala risiko yang ada. Tapi, ujar Fatwir, jangan sampai sekolah disalahkan apabila ditemukan kasus positif baru Covid-19, dengan klaster sekolah.

"Karena itu, kami tetap berkomitmen tidak akan membuka sebelum ada izin dari gugus Covid-19," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top