Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gus Yaqut Tekankan 3 Poin Ini ke Jajarannya, Radikalisme Bakal Dilibas?

Moderasi beragama menjadi salah satu target atau capaian Kementerian Agama di bawah menteri barunya Yaqut Cholil Qoumas. Apakah ini menandakan Kemenag bakal mengambil 'jalan pedang' untuk menekan kaum radikalis dan ekstrimisme agama?
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  14:05 WIB
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (kiri) memeriksa Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dalam Apel Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (18/4). - Antara/Sigid Kurniawan
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (kiri) memeriksa Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dalam Apel Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (18/4). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menekankan tiga poin penting bagi jajarannya dalam mengelola Kementerian Agama (Kemenag).

Gus Yaqut mengatakan ketiga hal itu perlu ditekankan karena ada ekspektasi yang disampaikan Presiden kepadanya ketika dia diberikan mandat sebagai Menteri Agama (Menag).

"Dengan kata-kata singkat, [Presiden] bilang bahwa kita harus menjadi Kemenag Baru,” tutur Menag dikutip dari laman resminya, Senin (28/12/2020).

Menurut Menag, semangat Kemenag Baru itu dapat diterjemahkan dengan beberapa kata kunci. Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi. Termasuk di dalamnya adalah pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan. 

Kedua, penugatan moderasi beragama. Ini salah satu penekanannya adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan. Ketiga adalah persaudaraan, baik persaudaraan seagama, sebangsa dan setanah air, maupun persaudaraan kemanusiaan. 

Wamenag Zainut Tauhid menambahkan tentang pentingnya para pejabat eselon I untuk melakukan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan di jajarannya masing-masing dan mendukung program Menteri Agama. 

“Menteri Agama sudah memberikan arahan dengan cukup jelas. Ke depan, bagaimana kita dapat mengelaborasi demi kemajuan bangsa, khususnya pada aspek pembangunan di bidang keagamaan,” tutur Wamenag.

Sebelumnya, Sekjen Kemenag Nizar Ali melaporkan, hingga 25 Desember 2020, Kementerian Agama sementara menduduki peringkat ketiga dalam realisasi belanja Kementerian/Lembaga dengan persentase 93,58%. Di atas Kemenag, ada Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Sosial. 

“Untuk internal Kementerian Agama, realisasi anggaran tertinggi adalah Ditjen Bimas Buddha dengan serapan mencapai 96,20%,” jelas Nizar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menteri agama Yaqut Cholil Qoumas
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top