Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gara-Gara Covid-19, Eropa Larang Penerbangan dan Kapal dari Inggris

Prancis mengumumkan penangguhan angkutan dan angkutan barang dari Inggris selama 48 jam mulai pukul 11 malam waktu setempat.
Arsip Foto-Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kiri) saat mendapat suntikan anti flu di kantornya di Downing Street, London, Inggris, Senin (14/10/2019)./Antara//Pool via Reuters/Jeremy Selwyn
Arsip Foto-Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kiri) saat mendapat suntikan anti flu di kantornya di Downing Street, London, Inggris, Senin (14/10/2019)./Antara//Pool via Reuters/Jeremy Selwyn

Bisnis.com, JAKARTA -  Negara-negara Eropa melarang penerbangan dan kapal yang membawa penumpang dari Inggris dalam upaya menekan penyebaran varian baru Virus Corona yang telah menjerumuskan bagian selatan negara itu ke penguncian tingkat empat.

Dalam perkembangan yang paling dramatis, Prancis mengumumkan penangguhan angkutan  dan angkutan barang yang ditangani manusia dari Inggris selama 48 jam mulai pukul 11 malam waktu setempat.

Asosiasi Pengangkutan Jalan memperingatkan langkah tersebut akan memiliki "efek yang menghancurkan" pada rantai pasokan yang sudah terganggu oleh pemberlakuan Brexit dan pembatasan akibat pandemi.

Larangan perjalanan keluar, karena angka terbaru menunjukkan varian baru Covid-19 telah menyebabkan lonjakan infeksi yang mengkhawatirkan. Lonjakan kasus terutama di London dan Inggris tenggara.

Kasus di Inggris meningkat 35.928 pada Minggu (20/12/2020) pagi dan untuk keempat kalinya dalam seminggu angka harian  melebihi 30.000 kasus seperti dikutip TheGuardian.com, Senian (21/12/2020).

Setelah sejumlah negara termasuk Jerman, Italia, Irlandia dan Belanda memberlakukan larangan kedatangan dari Inggris, pejabat Inggris mengakui langkah-langkah penguncian terbaru harus tetap diberlakukan selama beberapa bulan.

Sebelumnya, Inggris hanya memberlakukan penguncian beberapa hari sebelum Natal dan menutup toko-toko di jalan raya pada minggu tersibuk dalam setahun tersebut.

Varian baru Virus Corona untuk pertama kali terdeteksi pada bulan September. Akan tetapi, Pemerintah Inggris menyadarinya sejak Oktober. Hanya saja, pemerintah menolak permintaan dari para ilmuwan dan dokter untuk melakukan tindakan penguncian lebih lanjut.

Sekitar 21 juta orang di Inggris dan kawasan Wales yang terpengaruh oleh pembatasan baru telah diberitahu untuk tinggal di rumah. Namun, ada rencana pelonggaran peraturan khusus untuk Natal sebelum akhirnya dibatalkan.

Keir Starmer, pemimpin dari Partai Buruh, mendukung pengetatan pembatasan sosial yang dilakukan oleh PM Boris Johnson.

Menurutnya, Johnson telat mengambil keputusan seperti ketika pandemi Covid-19 meledak untuk pertama kalinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper