Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasukan Khusus TNI Diterjunkan, Teroris MIT Poso Menunggu Waktu...

Markas Besar TNI telah beberapa tahun terakhir memiliki Komando Operasi Khusus yang dipimpin seorang mayor jenderal. Organ ini merupakan komando operasi di bawah Panglima TNI yang terdiri atas satuan-satuan pasukan khusus ketiga matra TNI yang siap dikerahkan sesuai perintah Panglima TNI.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  14:03 WIB
Ilustrasi - Profil personel Batalion Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL. Bersama Detasemen Jalamangkara Korps Marinir TNI AL, Satuan B-90 Bravo Korps Pasukan Khas TNI AU, dan Satuan 81 Penanggulangan Teror Komando Pasukan Khusus TNI AD, personel-personel terbaik satuan ini ikut menjadi komponen Komando Operasi Khusus TNI. - Antara/Eric Ireng
Ilustrasi - Profil personel Batalion Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL. Bersama Detasemen Jalamangkara Korps Marinir TNI AL, Satuan B-90 Bravo Korps Pasukan Khas TNI AU, dan Satuan 81 Penanggulangan Teror Komando Pasukan Khusus TNI AD, personel-personel terbaik satuan ini ikut menjadi komponen Komando Operasi Khusus TNI. - Antara/Eric Ireng

Bisnis.com, PALU - Pelibatan pasukan khusus TNI diyakini akan berjalan sukses dalam menumpas kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur, Poso, Sulawesi Tengah.

Kualifikasi tempur pasukan khusus yang dikirim ke Sulteng menjadi dasar optmisisme tersebut.

Tim elite ini dipastikan akan mengefektifkan pengejaran, pencarian, dan penumpasan kelompok teror tersebut.

Komandan Korem 132/Tadulako Brigadir Jenderal TNI Farid Makruf optimistis pasukan khusus TNI yang diturunkan mampu menumpas gerombolan bersenjata Ali Kalora yang memimpin Mujahidin Indonesia Timur, Poso, di Sulawesi Tengah.

“Pasukan yang datang terdiri dari Kostrad dan Marinir yang mempunyai keahlian intel dan tempur,” kata Makruf, di Palu, Selasa (1/12/2020).

Makruf mengatakan kedatangan tim elite TNI ini untuk mengefektifkan pengejaran, pencarian dan penumpasan terhadap gerombolan bersenjata yang menebar teror dan kerap beraksi di luar batas perikemanusiaan terhadap korban-korbannya terhadap warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Gerombolan ini diketahui menerapkan taktik gerilya hutan dan berlarut sehingga hal ini harus dihadapi dengan kekuatan militer yang memiliki kualifikasi kontra gerilya hutan dan intelijen.

Markas Besar TNI telah beberapa tahun terakhir memiliki Komando Operasi Khusus yang dipimpin seorang mayor jenderal.

Organ ini merupakan komando operasi di bawah Panglima TNI yang terdiri atas satuan-satuan pasukan khusus ketiga matra TNI yang siap dikerahkan sesuai perintah Panglima TNI.

Secara umum mereka memiliki kualifikasi di bidang penanggulangan teror, penyusupan dan penghancuran di belakang garis lawan, intelijen dan kontra intelijen, perang kota dan gerilya, penggalangan, dan lain-lain. 

Makruf  mengatakan pasukan khusus TNI ini juga akan memperkuat Satuan Tugas Tinombala yang telah terjalin selama ini.

“Mendapatkan kekuatan yang lebih besar dengan kedatangan pasukan khusus ini dan kedatangan pasukan ini sangat berarti untuk bisa cepat menemukan titik persembunyian dan pengejaran terhadap kelompok MIT Poso pimpinan Ali Kalora tersebut,” kata perwira tinggi TNI AD yang berlatar Komando Pasukan Khusus TNI AD itu.

Ia mengatakan pasukan khusus TNI ini ditempatkan di suatu wilayah yang siap bergerak cepat bila terjadi kerawanan.

Makruf menegaskan kedatangan pasukan khusus ini sangat berarti untuk bisa cepat menemukan titik persembunyian dan pengejaran terhadap kelompok MIT Poso pimpinan Ali Kalora, tangan kanan Santoso yang tewas beberapa tahun lalu.

Makruf mengatakan saat ini Satuan Tugas Tinombala masih melacak dan memburu DPO MIT Poso, yang keberadaannya dicurigai masih di wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

“Tetapi tidak menutup kemungkinan telah bergerak ke wilayah lain dan kita sedang mencari mereka,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedatangan pasukan khusus TNI untuk memburu kelompok MIT Poso yang diduga telah melakukan tindakan kekerasan keji terhadap warga di Lembantongo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Jumat (29/11/2020).

Tindakan mereka menyebabkan empat korban jiwa dan beberapa rumah warga dibakar oleh terduga pelaku kelompok DPO MIT Poso.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni terorisme teroris poso Koopsus

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top