Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akankah Trump Hadiri Pelantikan Joe Biden?

Trump juga mengulangi pernyataannya bahwa telah terjadi kecurangan pemilu secara besar-besaran, meski tidak menyebut buktinya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 November 2020  |  09:45 WIB
Presiden Donald Trump saat hendak terbang bersama Air Force One meninggalkan Florida untuk berkampanye di North Carolina, Pennsylvania, Michigan dan Wisconsin, di Bandara Internasional Miami International, Florida, AS, 2 November 2020. - Antara/Reuters\r\n
Presiden Donald Trump saat hendak terbang bersama Air Force One meninggalkan Florida untuk berkampanye di North Carolina, Pennsylvania, Michigan dan Wisconsin, di Bandara Internasional Miami International, Florida, AS, 2 November 2020. - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan meninggalkan Gedung Putih, jika Biden memenangkan suara electoral college.

Trump juga  mengulangi pernyataannya bahwa telah terjadi kecurangan pemilu secara besar-besaran, meski tidak menyebut buktinya.

Berbicara kepada wartawan pada hari libur Thanksgiving, Trump mengatakan bahwa, jika Joe Biden pesaingnya yang akan dilantik pada 20 Januari 2021 telah disahkan sebagai pemenang  pemilu electoral college, baru dia meninggalkan Gedung Putih.

Bagi Trump, akan sulit baginya untuk menyerah dalam keadaan seperti saat ini, dan menolak untuk mengatakan apakah dia akan menghadiri pelantikan Biden.

"Pemilihan ini adalah penipuan," tegas Trump dalam wacana yang terkadang bertele-tele di Gedung Putih, sambil terus tidak memberikan bukti konkret tentang penyimpangan pemungutan suara yang meluas seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (27/11/2020).

Biden memenangkan pemilu dengan raihan 306 suara electoral college, atau lebih dari 270 suara yang dibutuhkan. Sedangkan, Trump dapat 232 suara. Para elector atau sebutan untuk anggota electoral college dijadwalkan bertemu pada 14 Desember untuk meresmikan hasilnya.

Selain memenangkan suara elektoral, Biden juga memimpin Trump dengan lebih dari enam juta suara untuk suara suara populer.

Trump sejauh ini menolak untuk sepenuhnya mengakui kekalahannya, meskipun pekan lalu dengan tekanan yang meningkat dari jajaran Partai Republiknya sendiri, dia setuju untuk membiarkan proses transisi Biden secara resmi dilanjutkan.

Ketika ditanya apakah dia akan meninggalkan Gedung Putih jika electoral college memilih Biden, Trump berkata: "Tentu saja saya akan. Tentu saya akan. Dan Anda tahu itu."

"Tapi, saya pikir akan ada banyak hal yang terjadi antara sekarang dan tanggal 20 Januari. Banyak hal," katanya.

Dia mengatakan penipuan besar-besaran telah ditemukan dan Amerika Serikat disebutnya seperti negara dunia ketiga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Pilpres AS 2020 Joe Biden
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top