Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendagri Minta KPUD Segera Simulasikan Pilkada 2020 Sesuai Prokes

Mendagri Tito Karnavian meminta kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sudah dapat mengoordinasikan prosedur pemungutan suara sebelum hari pemungutan suara.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 23 November 2020  |  20:27 WIB
Tenaga relawan menunjukkan surat suara pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar yang telah disortir, di kantor KPU Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6) - Antara
Tenaga relawan menunjukkan surat suara pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar yang telah disortir, di kantor KPU Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengimbau kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk segera melaksanakan simulasi pemilihan umum.

Selain itu, Mendagri juga meminta penyelenggara memastikan penerapan protokol kesehatan menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember mendatang.

“Mudah-mudahan KPUD segera melaksanakan simulasi bersama Forkopimda, sehingga siapa berbuat apa itu betul-betul bisa diketahui oleh para penyelenggara tempat pemungutan suara (TPS),” katanya melalui keterangan resmi, Senin (23/11/2020).

Mendagri meminta kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sudah dapat mengoordinasikan prosedur pemungutan suara sebelum hari pemungutan suara.

Beberapa di antaranya seperti tata cara masuk tempat pemungutan suara, perlengkapan untuk pemilih, kesiapan penyelenggara, pengamanan, dan pengawasan.

Selain itu, Mendagri juga mengingatkan soal pengaturan waktu. Dia menjelaskan, perihal waktu membutuhkan peranan dan perhatian khusus dari KPPS, sehingga proses pemilihan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan menaati protokol kesehatan serta bebas kerumunan massa.

“Termasuk di antaranya yang paling penting sekali yang perlu diketahui kita bersama adalah pengaturan jam. Pengaturan jam, kalau dulu tidak, semua yang datang siapa yang datang dilayani, first in first serve. Nah sekarang tidak, itu kalau begitu akan terjadi pengumpulan, jadi yang kuncinya adalah pada KPPS,” terang Mendagri.

Di sisi lain, penyelenggara diminta memberikan perhatian khusus bagi pemilih usia lanjut dan pemilih komorbit atau menderita penyakit bawaan. Pasalnya dua pemilih tersebut rentan tertular virus.

Dia menuturkan kesuksesan Pilkada serentak menjadi tanggung jawab seluruh stakeholder dan masyarakat. Pemilih, penyelenggara dan peserta Pilkada diminta mendukung pesta demokrasi dengan menaati ketertiban dan menerapkan protokol kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendagri Pilkada Serentak Tito Karnavian Pilkada 2020
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top