Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gagal Bayar Bumiputera Hingga Wanaartha, KPK Ditantang Menyelesaikan

Kasus gagal bayar di industri keuangan mulai dari Bumiputera hingga Wanaartha merugikan masyarakat.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 21 November 2020  |  01:56 WIB
Logo KPK. (Antara - Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara - Benardy Ferdiansyah)

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diingatkan untuk mampu membutikkan kinerja setelah struktur organisasi semakin gemuk.

Pengamat ekonomi dan politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng mengatakan seiring penambahan personel maka harus diikuti dengan optimalnya kinerja lembaga dalam mengungkap skandal korupsi yang merugikan negara, termasuk pada lembaga keuangan yang gagal bayar.

"Selama ini KPK lebih jago tangkap tangan tapi KPK belum berbuat banyak pada pembenahan sektor keuangan. KPK harus memiliki pemahaman bahwa pembenahan sektor keuangan adalah kunci bagi penyelamatan ekonomi negara," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (20/11/2020).

Salamuddin menegaskan, jika ingin berkontribusi pada kemajuan ekonomi negara sudah seharusnya KPK juga turut berperan dalam membenahi industri keuangan.

Dia berharap, dengan struktur yang kian gemuk, KPK harus mulai memiliki konsentrasi di dalam upaya pemberantasan korupsi demi membenahi sektor keuangan sekaligus berkontribusi dan berkolaborasi dalam reformasi sektor keuangan.

"Sekarang legistimasi KPK sedang turun, tapi dia dapat mengembalikan kepercayaan publik apabila KPK dapat membenahi sektor keuangan. Sekarang momentumnya untuk masuk dengan kondisi sektor keuangan yang serampangan begini," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK asuransi ajb bumiputera 1912
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top