Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Din Syamsuddin: Pemanggilan Anies Preseden Buruk untuk Polri

Din menyebut tindakan tersebut akan menjadi bumerang bagi pemerintah karena irasional dan tidak wajar.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 18 November 2020  |  11:05 WIB
Din Syamsuddin, inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) saat konferensi pers secara daring, Sabtu (15/8/2020). - Antara/HO/Tangkapan layar Zoom
Din Syamsuddin, inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) saat konferensi pers secara daring, Sabtu (15/8/2020). - Antara/HO/Tangkapan layar Zoom

Bisnis.com, JAKARTA - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin menilai pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Polda Metro Jaya dapat menjadi preseden buruk bagi citra Polri.

Anies dipanggil dan telah menjalani pemeriksaan dan melakukan klarifikasi terkait kerumunan massa saat pernikahan putri Rizieq Shihab. Kerumunan terjadi saat Jakarta berstatus PSBB transisi, sehingga melanggar protokol kesehatan.

“Kejadian ini merupakan preseden buruk yang hanya akan memperburuk citra Polri yang over acting apalagi terkesan ada diskriminasi dengan tidak dilakukannya hal yang sama atas gubernur lain yang di wilayahnya juga terjadi kerumunan serupa,” ujarnya dalan keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (18/11/2020).

Din menyebut tindakan tersebut akan menjadi bumerang bagi pemerintah karena irasional dan tidak wajar.

Menurutnya, belum pernah terjadi Kepolisian Daerah memanggil gubernur yang merupakan mitra kerja hanya untuk kepentingan klarifikasi.

“Mengapa tidak kapolda yang datang? Dan bukankah izin serta tanggung jawab atas kerumunan yang melanggar protokol kesehatan ada pada Polri?” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan din syamsuddin
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top