Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nadiem Khawatir Pelajar di NTT Tertinggal Gara-Gara Tak Punya Gawai dan Akses Internet

Untuk zona hijau dan kuning sudah diperbolehkan tatap muka, tapi semua keputusannya itu ada di komite sekolah, kepala sekolah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 November 2020  |  11:32 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim saat berkunjung ke SMKN 1 Rote Barat, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/11/2020).  - Antara
Mendikbud Nadiem Makarim saat berkunjung ke SMKN 1 Rote Barat, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/11/2020). - Antara

Bisnis.com, ROTE NDAO - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meminta siswa yang tidak memiliki akses untuk pendidikan jarak jauh (PJJ) terutama di zona hijau dan kuning untuk bisa belajar di sekolah.

"Untuk zona hijau dan kuning sudah diperbolehkan tatap muka, tapi semua keputusannya itu ada di komite sekolah, kepala sekolah, dan kepala dinas," ujar Nadiem Makarim pada kunjungannya ke SMKN 1 Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/11/2020).

Meski diperbolehkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muda untuk zona hijau dan kuning Covid-19, hal itu tidak dipaksa karena tergantung orangtua dan harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Untuk SMK, mata pelajaran praktik diperbolehkan tatap muka.

 "Jadi keputusannya ada di daerah bukan di pusat," kata dia.

Nadiem mengaku khawatir perkembangan pendidikan formal siswa jika tidak bisa belajar dengan baik selama pandemi karena tidak mempunyai akses dan gawai.

"Saya khawatir mereka tidak bisa belajar apa-apa dan tertinggal," tambah Nadiem.

Untuk itu, dia meminta siswa yang tidak mempunyai gawai bisa belajar di sekolah. Apalagi, di Kabupaten Rote Ndao saat ini berstatus zona kuning.

Nadiem juga mengatakan bahwa saat ini kewenangan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ada pada kepala sekolah, termasuk untuk gaji guru honorer maupun membeli gawai yang nantinya bisa dipinjamkan ke siswa.

Kepala SMKN 1 Rote Barat Julius Ndun mengatakan selama pandemi pembelajaran dilakukan secara daring dan tatap muka.

"Kita sempat tatap muka, namun pada pertengahan Oktober lalu ada instruksi dari dinas untuk kembali belajar di rumah," katanya.

Selain kendala gawai, jaringan internet di daerah tersebut juga belum merata. Ada beberapa daerah yang belum terjangkau akses internet.

"Solusinya siswa datang ke sekolah untuk mengambil tugas dan mengumpulkannya," ujarnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembelajaran online Nadiem Makarim Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top