Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saingi Hong Kong, Tokyo Buka Kantor Migrasi Perusahaan Asing

Badan Jasa Keuangan dan biro lokal akan mendirikan kantor masuk pasar keuangan pada Januari mendatang yang menangani pendaftaran dan pengawasan untuk perusahaan manajemen aset yang masuk.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 November 2020  |  10:34 WIB
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (tengah) bersama Madam Suga Mariko (kedua kanan) melambaikan tangan setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (20/10/2020). Lawatan kenegaraan tersebut dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antarkedua negara.  - ANTARA\r\n
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (tengah) bersama Madam Suga Mariko (kedua kanan) melambaikan tangan setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (20/10/2020). Lawatan kenegaraan tersebut dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antarkedua negara. - ANTARA\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai bagian dari upaya menyaingi Hong Kong menjadi pusat keuangan utama Asia, Jepang tengah membangun kantor untuk memudahkan manajer aset asing memasuki negara itu.

Badan Jasa Keuangan dan biro lokal akan mendirikan kantor masuk pasar keuangan pada Januari mendatang yang menangani pendaftaran dan pengawasan untuk perusahaan manajemen aset yang masuk.

Pelayanan akan dilakukan dengan bahasa Inggris untuk melawan arus Jepang yang telah dikenal karena lingkungan kerjanya yang sebagian besar berbahasa lokal. Hal itu dipandang sebagai penghalang untuk memikat perusahaan asing.

"Memperkuat kapabilitas Jepang sebagai pusat keuangan internasional adalah prioritas mendesak kami. Kami sedang berupaya untuk membawa pusat pasar keuangan Asia dari Hong Kong dalam menghadapi gejolak di kota,” kata Menteri Keuangan Taro Aso, dilansir Bloomberg, Jumat (6/11/2020).

Ketegangan politik Hong Kong pada awal tahun ini yang dipicu pengesahan undang-undang keamanan nasional China telah menjadikan kota itu target utama bagi pejabat Jepang dalam upaya menarik perusahaan-perusahaan luar negeri.

Tokyo baru-baru ini mendirikan kantor penasihat di Hong Kong untuk perusahaan yang mempertimbangkan pindah ke Ibu Kota Jepang, sementara Perdana Menteri Yoshihide Suga telah mengisyaratkan tekad untuk mengatasi hambatan seperti perpajakan.

Badan Jasa Keuangan mengatakan akan mengubah peraturan yang relevan untuk memungkinkan perusahaan menyerahkan dokumen yang diperlukan dalam bahasa Inggris. Lembaga itu berencana untuk mulai menawarkan konsultasi pendahuluan dalam bahasa Inggris bulan ini sebelum mendirikan kantor masuk pasar keuangan pada Januari 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang ekonomi jepang

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top