Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Disebut-sebut Akan Mengekspor Kapal Perusak ke Indonesia

Bulan lalu di Bogor, Perdana Menteri Yoshihide Suga bersepakat dengan Presiden Indonesia Joko, untuk mempercepat pembicaraan bilateral tentang ekspor alutsista dan transfer teknologi.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 05 November 2020  |  10:40 WIB
Salah satu kapal perusak milik Jepang. - Istimewa/Kyodo
Salah satu kapal perusak milik Jepang. - Istimewa/Kyodo

Bisnis.com, JAKARTA — Satu sumber menyebutkan bahwa Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk mengekspor kapal perusak ke Indonesia dan negosiasi sedang berlangsung.

Menurut sumber itu, jika kesepakatan berhasil dicapai, hal itu akan menjadi momentum bagi ekspor alutsista Jepang dan membantu Indonesia mewujudkan kawasan Indo-Pasifik bebas dan terbuka tersebut.

Bagi Indonesia yang semakin waspada terhadap ekspansi kuat China ke Laut China Selatan, katanya, peningkatan kerja sama keamanan dengan Jepang melalui kesepakatan itu akan membuat beberapa efek jera terhadap Beijing.

Bulan lalu di Bogor, Perdana Menteri Yoshihide Suga bersepakat dengan Presiden Indonesia Joko, untuk mempercepat pembicaraan bilateral tentang ekspor alutsista dan transfer teknologi. Menteri pertahanan kedua negara mengadakan telekonferensi pada Senin.

Ide-ide konkret diyakini telah diusulkan pada pertemuan-pertemuan itu, kata pengamat.

Tiga prinsip Jepang tentang transfer alutsista, yang diadopsi oleh Kabinet Jepang pada 2014, memungkinkan ekspor peralatan yang akan digunakan untuk penyelamatan jiwa, transportasi, kewaspadaan dan kegiatan pengawasan, atau penyapuan ranjau.

"Mengekspor kapal perusak tidak akan mudah [mengingat prinsip-prinsipnya] karena kapal tidak hanya memiliki fungsi peringatan dan pengawasan tetapi juga kemampuan menyerang," kata seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Jepang seperti dikutip www.japantimes.co.jp dari kantor berita Kyodo, Kamis (5/11/2020).

Namun, tutur pejabat tersebut, ekspor dapat dimungkinkan jika dibuat untuk tujuan pengembangan kapal bersama dengan negara asing.

Pada 2015, Kemenhan Jepang membentuk Badan Akuisisi, Teknologi & Logistik untuk mengatur ekspor alutsista. Namun, badan itu gagal mengatur ekspor peralatan sampai akhirnya pada Agustus lalu berhasil mengirim empat radar ke Filipina.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal perang angkatan laut
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top