Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menag Fachrul Razi: Masih Ada Ratusan Agama Leluhur di Indonesia

Menteri Agama Fachrul Razi meminta agar masyarakat terus menjaga kerukunan yang terjadi di belahan wilayah Indonesia.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 03 November 2020  |  15:49 WIB
Menag Fachrul Razi: Masih Ada Ratusan Agama Leluhur di Indonesia
Menteri Agama Fachrul Razi mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2020). Rapat kerja tersebut membahas RKA K/L Tahun Anggaran 2021 serta isu-isu terkini termasuk kasus penusukan terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi menyebutkan bahwa Indonesia hingga kini masih memiliki ratusan agama yang dianut masyarakat Tanah Air.

Saat rapat koordinasi nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Menag menjelaskan ada 6 agama yang dianut warga yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kongkucu.

“Namun di luar enam agama yang dianut masyarakat, masih ada ratusan agama leluhur dan penghayat kepercayaan lainnya yang juga punya umat penganut masing-masing,” katanya, Selasa (3/11/2020).

Menurutnya, tiap penganut suatu kepercayaan memiliki cara pandang yang bereda. Mereka juga menilai bahwa agama yang dipercaya juga meyakini bahwa agamanya benar dan baik.

“Namun sebaliknya tiap pemeluk agama juga harus menghargai hak pemeluk agama yang lain bahwa merekapun berpandangan yang sama bahwa agam yang mereka anut adalah agama yang paling benar dan baik,” ujarnya.

Menag menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan beragam etnis, suku, budaya dan agama. Keragaman ini diklaim nyaris tidak memiliki tandingan di dunia.

Agama lanjutnya, selalu lahir dalam misi mulia yaitu memperbaiki ketidakadilan dan ketidakseimbangan yang terjadi pada era itu.

Agama turut berkembang seiring dengan perkembangan manusia. Kondisi ini juga menyebabkan banyak teks dalam agama menjadi multitafsir.

“Kebenaran menjadi beranakpinak sebagian pemeluk agama tidak lagi berpegang teguh pada esensi dan hakikat agamanya, melainkan bersifat fanatik pada tafsir versi kebenaran yang disukainya,” katanya.

Menag meminta agar masyarakat terus menjaga kerukunan yang terjadi di belahan wilayah Indonesia. Dia menyebut Indonesia masih berdiri kokoh dengan kemajemukan masyarakatnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian agama kepercayaan Fachrul Razi
Editor : Oktaviano DB Hana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top