Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sudirman Said Raih Teropong Demokrasi Award, Ini Alasannya

Sudirman Said dinilai bisa mempersatukan perbedaan di masyarakat. Ia juga dinilai memiliki perhatian serta peduli terhadap permasalahan bangsa di bidang politik, ekonomi, hukum, dan sosial budaya.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  15:53 WIB
Sudirman Said Raih Teropong Demokrasi Award, Ini Alasannya
Sudirman Said - Bisnis/com/Miftahul Khoer
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sudirman Said bersama Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin dan Abraham Samad menerima penghargaan Teropong Demokrasi Award.

Penghargaan untuk kategori Tokoh Nasional itu diraih Ketua Institut Harkat Negeri Sudirman Said dari portal berita Teropong Senayan, Rabu (28/10/2020) di Jakarta.

Pemberian penghargaan dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom.

Sudirman Said dinilai bisa mempersatukan perbedaan di masyarakat. Ia juga dinilai memiliki perhatian serta peduli terhadap permasalahan bangsa di bidang politik, ekonomi, hukum, dan sosial budaya.

"Sudirman banyak berkiprah memperjuangkan pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di tanah air. Ia aktif menyebarkan nilai-nilai demokrasi dan antikorupsi dalam beragam kegiatan yang dilakukannya," demikian keterangan resmi yang diperoleh Bisnis.com, Rabu (28/10/2020).

Rekam jejak Sudirman Said, baik sebagai profesional maupun pejabat negara, dinilai banyak memberikan manfaat bagi khalayak luas di mana pun posisi yang ditempatinya. Sifat manfaat yang diberikan Sudirman Said juga dinilai tidak partisan.

Dalam sambutannya saat menerima penghargaan tersebut Sudirman berharap apresiasi yang diberikan kepadanya dapat menjadi motivasi untuk terus memperjuangkan demokrasi menuju demokrasi yang lebih bermutu dan substantif.

Menurut Sudirman, wajah demokrasi di Indonesia saat ini sedang mendapat sorotan dari dua sisi. Pertama, demokrasi sedang kehilangan narasi besar yang berpihak pada kepentingan bangsa dan negara, terutama kepentingan jangka panjang.

Kedua, keterlibatan publik sedang mengalami penurunan.

“Survei terkini yang menunjukkan masyarakat takut menyampaikan pendapat hendaknya menjadi reminder (pengingat), jangan sampai rakyat merasa ditinggalkan,” kata Sudirman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abraham samad sudirman said Ma'ruf Amin
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top