Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Libur Maulid Nabi Muhammad: Waspada! Kenaikan Kasus Positif Covid-19 Saat Long Weekend

Banyaknya masyarakat yang ingin berlibur menyebabkan kerumunan di sejumlah titik, termasuk tempat wisata di kota besar.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  12:11 WIB
Kendaraan roda empat memadati jalur Puncak Cisarua Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama musim libur labaran.  - ANTARA
Kendaraan roda empat memadati jalur Puncak Cisarua Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama musim libur labaran. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menetapkan cuti bersama jelang Hari Raya Maulid Nabi Muhammad SAW mulai 28-30 Oktober 2020. Penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia pun diprediksi kembali meningkat.

Hal ini disebabkan karena terjadinya mobilitas masyarakat yang tinggi pada saat libur panjang atau Long Weekend. Banyaknya masyarakat yang ingin berlibur menyebabkan kerumunan di sejumlah titik, termasuk tempat wisata.

Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan khususnya 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak selama liburan long weekend.

“Kita tidak saling tahu siapa saja yang membawa virus. Apalagi 80 persen kasus Covid-19 terkategori Orang Tanpa Gejala [OTG],” tulis data pada akun Instagram @pandemictalks, seperti dikutip Bisnis, Selasa (27/10/2020).

Pandemi Talks mengungkapkan data statistik kenaikan kasus Covid-19 saat periode libur panjang. Kasus positif virus Corona mengalami lonjakan saat periode Idul Fitri dan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2020.

Setelah 12 hari dari momen libur panjang Idul Fitri terjadi lonjakan kasus sebesar 41 persen dengan peningkatan rerata test people sepekan sebesar 20 persen.

Bukan hanya itu, saat momen libur panjang Hari Kemerdekaan Indonesia juga mengalami peningkatan kasus positif. Tepatnya 7 hari setelah 16-22 Agustus 2020 lalu. Kasus Covid-19 bertambah 21 persen dengan peningkatan rerata test people sepekan sebesar 10 persen.

“Idealnya, peningkatan jumlah test membuat jumlah kasus menurun, jika malah naik berarti penyebaran virus tidak terkontrol,” ungkapnya.

Pada periode Mei hingga Agustus 2020, terdapat 7 kali periode long weekend. Kemudian setelah periode long weekend, terdapat kenaikan kasus sebesar rata-rata 40 persen.

Pandemic Talks mengungkapkan pola lonjakan kasus ditemukan dalam rentang waktu rata-rata 10 hari setelah periode long weekend. Pola ini sesuai dengan masa tunggu munculnya gejala Covid-19, yakni 3-14 hari.

“Memang ada sedikit sekali kenaikan jumlah test people, tapi bukan itu alasan utama kenaikan lonjakan kasus setelah long weekend, toh juga tests people masih jauh di bawah standar dan 40 persen terpusat di DKI [tidak merata],” tulis @pandemictalks.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liburan Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top